Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Rusia Klaim Bombardir Odessa Ukraina Demi Cegah Serangan Teroris
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia buka suara usai membombardir Pelabuhan Odesa, Ukraina pada Sabtu (22/7) malam waktu setempat.
Mereka mengklaim lokasi itu menjadi markas untuk mempersiapkan serangan teroris ke Rusia. Pasukan Negeri Beruang Merah lalu menargetkan Pelabuhan Odesa untuk mencegah aksi teroris ke Rusia.
"Pada malam hari, angkatan bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan di fasilitas yang mana tindakan teroris melawan Federasi Rusia menggunakan kapal tak berawak disiapkan," kata Tentara Rusia, seperti dikutip AFP.
Mereka kemudian berujar, "Semua target yang direncanakan dalam serangan itu dihancurkan".
Kementerian Pertahanan Rusia juga membantah serangan itu menyebabkan gereja hancur. Menurut mereka, gereja hancur kemungkinan disebabkan rudal anti-pesawat Ukraina.
Sebelumnya, Ukraina menyatakan pasukan Rusia meluncurkan 19 rudal ke Pelabuhan Odesa. Imbas serangan ini, dua orang tewas dan 22 orang termasuk anak-anak mengalami luka-luka.
Tak hanya itu, enam bangunan tempat tinggal penduduk, monumen arsitektur, dan Gereja Ortodoks, juga hancur.
"Secara total musuh menggunakan 19 rudal berbagai jenis," demikian menurut Angkatan Udara Ukraina di Telegram.
Beberapa peluru kendali itu di antaranya Rudal Jelajah Oniks, Kalibr, dan Rudal Balistik Iskander.
Menanggapi serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam tindakan Rusia.
"Rudal melawan kota-kota yang damai, melawan bangunan tempat tinggal, katedral. Tidak ada alasan untuk kejahatan Rusia," kata Zelensky.
Ia juga berjanji akan membalas serangan Rusia di Odesa.
"Mereka akan merasakan pembalasan ini,"ucap Zelensky.
Ukraina tengah berjuang menghadapi serangan Rusia selama sepekan terakhir. Sistem pertahanan mereka disebut belum cukup mampu menghalau serangan dari pasukan Negeri Beruang Merah.
Pada Kamis, tim CNN mendengar ledakan dan menyaksikan serangan yang berlangsung hingga 90 menit.
Gelombang serangan Rusia berlangsung usai Kremlin menolak untuk memperpanjang perjanjian memfasilitasi ekspor gandum. Keputusan ini diambil setelah Ukraina meledakkan jembatan Crimea.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3792 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1739 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang