Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ukraina Bersumpah Terus Serang Crimea: Setop Logistik-Amunisi Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina bersumpah akan terus menyerang Crimea dan jembatan yang menghubungkan wilayah itu dengan Rusia demi memutus jalur logistik dan pasokan senjata pasukan Negeri Beruang Merah.
Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, mengatakan pasukannya akan terus menggempur berbagai titik di Crimea, termasuk depot amunisi dan Jembatan Kerch yang menjadi jalur logistik tentara Rusia.
"Semua target ini sah karena akan mengurangi kapasitas mereka [Rusia] untuk melawan kami, dan akan membantu menyelamatkan banyak nyawa warga Ukraina," ujar Reznikov dalam wawancara dengan CNN, Senin (24/7).
Dalam wawancara itu, Reznikov juga ditanya Ukraina memang ingin merusak permanen Jembatan Kerch atau tidak.
Ia kemudian menjawab, "Memutus alur logistik musuh merupakan taktik yang normal untuk menghentikan cara mendapatkan amunisi, menambah bahan bakar, makanan, dan lain-lain. Itulah alasan kami menggunakan taktik itu."
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina memang menggencarkan serangan mereka di Crimea.
Pekan lalu, mereka menghancurkan sejumlah depot amunisi Rusia, sepekan setelah ledakan mengguncang Jembatan Kerch.
Meski demikian, Rusia juga melancarkan serangan besar-besaran di Odesa. Akibat serangan itu, sejumlah bangunan bersejarah dan infrastruktur pelabuhan yang merupakan penghubung penting untuk ekspor gandum Ukraina.
Gempuran ini digalakkan setelah Rusia menarik diri dari kesepakatan ekspor gandum yang seharusnya dapat menjamin ekspor biji-bijian dari Ukraina ke berbagai penjuru dunia di tengah perang.
"Pendekatan ini sangat absurd, tpai nyata dan ini membuktikan mereka [Rusia] merupakan negara teroris," tutur Reznikov.
CNN kemudian bertanya mengenai kemungkinan Ukraina menyerang kapal Rusia di Laut Hitam sebagai aksi balas dendam.
Reznikov lantas menjawab, "Kami mampu. Kami punya senjata seperti halnya yang dimiliki kapal Moskva dan jika mereka mengancam kami di Laut Hitam, kami harus merespons."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun