Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ukraina Bersumpah Terus Serang Crimea: Setop Logistik-Amunisi Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina bersumpah akan terus menyerang Crimea dan jembatan yang menghubungkan wilayah itu dengan Rusia demi memutus jalur logistik dan pasokan senjata pasukan Negeri Beruang Merah.
Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, mengatakan pasukannya akan terus menggempur berbagai titik di Crimea, termasuk depot amunisi dan Jembatan Kerch yang menjadi jalur logistik tentara Rusia.
"Semua target ini sah karena akan mengurangi kapasitas mereka [Rusia] untuk melawan kami, dan akan membantu menyelamatkan banyak nyawa warga Ukraina," ujar Reznikov dalam wawancara dengan CNN, Senin (24/7).
Dalam wawancara itu, Reznikov juga ditanya Ukraina memang ingin merusak permanen Jembatan Kerch atau tidak.
Ia kemudian menjawab, "Memutus alur logistik musuh merupakan taktik yang normal untuk menghentikan cara mendapatkan amunisi, menambah bahan bakar, makanan, dan lain-lain. Itulah alasan kami menggunakan taktik itu."
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina memang menggencarkan serangan mereka di Crimea.
Pekan lalu, mereka menghancurkan sejumlah depot amunisi Rusia, sepekan setelah ledakan mengguncang Jembatan Kerch.
Meski demikian, Rusia juga melancarkan serangan besar-besaran di Odesa. Akibat serangan itu, sejumlah bangunan bersejarah dan infrastruktur pelabuhan yang merupakan penghubung penting untuk ekspor gandum Ukraina.
Gempuran ini digalakkan setelah Rusia menarik diri dari kesepakatan ekspor gandum yang seharusnya dapat menjamin ekspor biji-bijian dari Ukraina ke berbagai penjuru dunia di tengah perang.
"Pendekatan ini sangat absurd, tpai nyata dan ini membuktikan mereka [Rusia] merupakan negara teroris," tutur Reznikov.
CNN kemudian bertanya mengenai kemungkinan Ukraina menyerang kapal Rusia di Laut Hitam sebagai aksi balas dendam.
Reznikov lantas menjawab, "Kami mampu. Kami punya senjata seperti halnya yang dimiliki kapal Moskva dan jika mereka mengancam kami di Laut Hitam, kami harus merespons."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan