Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 2 September 2026
30 Negara Termasuk RI Disebut Akan Bertemu di Saudi Bahas Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sekitar 30 negara, termasuk Indonesia, dilaporkan akan menggelar pertemuan di Jeddah, Arab Saudi, pada 5-6 Agustus mendatang untuk membahas perang Rusia dan Ukraina yang masih berkecamuk.
Diberitakan Wall Street Journal, sejumlah diplomat yang terlibat dalam perencanaan agenda itu mengungkap bahwa peserta pertemuan terdiri dari negara-negara Barat.
Selain itu, pertemuan tersebut juga akan melibatkan sejumlah negara lainnya, termasuk Indonesia, Mesir, Meksiko, Chile, hingga Zambia.
Sebagaimana dilansir Reuters, pejabat negara-negara Barat berharap pembicaraan itu dapat menggalang dukungan internasional untuk perundingan perdamaian yang menguntungkan Ukraina.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Indonesia dan sejumlah negara lainnya terkait kabar ini.
Namun, Inggris, Afrika Selatan, dan Uni Eropa sudah mengonfirmasi akan hadir. Penasihat Keamanan Amerika Serikat, Jake Sullivan, juga diperkirakan akan hadir.
Sebelum pertemuan ini, sudah ada sejumlah upaya perundingan damai. Namun, tak satu pun membuahkan hasil.
Turki sebenarnya sempat menjadi tuan rumah pertemuan antara delegasi Rusia dan Ukraina tahun lalu. Namun, perundingan itu buntu karena Rusia dan Ukraina tetap bersikeras pada syarat mereka.
Rusia menegaskan perdamaian hanya bisa tercapai jika Ukraina menerima "kenyataan baru" terkait wilayah kedaulatan mereka. Negeri Beruang Merah ingin Ukraina menyerahkan daerah-daerah yang sudah mereka caplok sepihak.
Ukraina jelas ogah. Mereka juga mengajukan syarat bahwa Rusia harus menarik terlebih dulu pasukan di Ukraina jika mau perdamaian tercapai.
Karena buntu, perundingan itu tak pernah berlanjut. Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah negara sempat mendesak Cina untuk menekan Rusia agar menghentikan perang.
Cina juga sempat mengajukan proposal damai pada Februari lalu. Sebagai sekutu dekat Cina, Rusia mendukung proposal itu. Namun, Ukraina belum bicara banyak tentang tawaran Cina tersebut.
Perwakilan Cina sebenarnya sudah bertemu dengan Ukraina, tapi belum ada perkembangan lebih lanjut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 403 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 279 Kali
Panahan Buleleng Raih 5 Emas di Kejurprov Bali
Dibaca: 206 Kali
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
Dibaca: 204 Kali
Benih Kerapu Bali Makin Laris, Ekspor Tembus Rp6,4 Miliar
Dibaca: 194 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman