Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
PBB Kutuk Rusia Atas Serangan Rudal ke Alun-Alun Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Koordinator Kemanusiaan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Ukraina, Denise Brown, mengutuk Rusia atas serangan rudal yang menghantam kota Chernihiv pada hari Sabtu (19/8) waktu setempat.
"Sungguh keji menyerang alun-alun utama kota besar di pagi hari, sementara orang-orang berjalan-jalan, beberapa pergi ke gereja untuk merayakan hari keagamaan bagi banyak orang Ukraina," kata Denise Brown seperti dilansir AFP pada Sabtu (19/8).
"Saya mengutuk pola berulang serangan Rusia di daerah berpenduduk Ukraina," tambahnya. "Serangan yang ditujukan terhadap warga sipil atau objek sipil dilarang keras di bawah hukum humaniter internasional."
Hari keagamaan yang dimaksud oleh Brown merupakan hari raya Transfigurasi bagi umat Kristen Ortodoks. Sejumlah warga di Chernihiv disebut sedang menghadiri kebaktian gereja di pagi hari sebelum serangan terjadi.
Sebelumnya, rudal Rusia menghantam kawasan pusat kota Chernihiv yang bersejarah. Setidaknya tujuh orang dilaporkan tewas dan 117 orang lainnya terluka dari serangan tersebut.
Melansir Reuters, di antara tujuh orang korban yang tewas, salah seorang di antaranya merupakan anak berusia 6 tahun. Sebanyak 12 dari korban luka juga merupakan kelompok anak.
"Sebuah rudal Rusia menghantam tepat di pusat kota Chernihiv. [Di sana ada] alun-alun, universitas, dan bioskop," ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy lewat Telegram.
Unggahan itu disertai juga dengan sebuah video pendek yang memperlihatkan puing-puing berserakan di alun-alun. Ada juga mobil-mobil terparkir yang rusak parah.
Chernihiv merupakan sebuah kota dengan jalan-jalan rindang dan gereja berusia tua.
Iryna (24) menjadi saksi mata ledakan rudal tersebut. "Ada asap, jeritan, orang-orang berlarian, menangis, mengerang," ujarnya, mengutip AFP.
Iryna sendiri mengaku kaget karena serangan sudah lama 'absen' dari kotanya. Namun, serangan terbaru ini membuat Iryna dan warga lainnya akan kembali pergi ke tempat penampungan sementara.
Serangan ini dilancarkan tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menemui petinggi-petinggi militer negaranya ke Rostov-on-Don.
Rekaman yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan pertemuan tersebut terjadi pada malam hari.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1183 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 799 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan