Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
BPBD Jembrana Distribusi 58.350 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mengambil langkah penting dalam mengatasi masalah kekeringan yang melanda Jembrana sejak beberapa minggu lalu.
Menurut Kepala BPBD Jembrana Putu Agus Artana mengatakan Hari ini Selasa (29/08/2023) BPBD Kabupaten Jembrana kembali memasang 1 buah Tandon Penampungan Air Bersih berkapasitas 2.000 Liter dan 1 buah Trailer berkapasitas 1.600 Liter di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.
Langkah ini dilakukan setelah pada tanggal 16 Agustus 2023 lalu, BPBD Kabupaten Jembrana sudah memasang 2 buah Tandon berkapasitas 2.000 Liter di lokasi yang sama.
Bukan hanya itu, BPBD Jembrana bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga telah melakukan pendistribusian air bersih sebanyak 7.600 liter kepada warga yang terdampak kekeringan di daerah tersebut.
"Total pendistribusian air bersih kepada warga sejak tanggal 16 Agustus 2023 hingga 29 Agustus 2023 telah mencapai angka 58.350 liter. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan bantuan yang signifikan bagi masyarakat yang terdampak oleh kekeringan," jelas Agus Artana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1754 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun