Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Rusia Tahan Matematikawan Dituduh Teroris Beberapa Menit Usai Bebas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pihak berwenang Rusia menangkap seorang ahli matematika, Azat Miftakhov, atas tuduhan terorisme pada Senin (4/9).
Penangkapan ini berlangsung hanya beberapa saat setelah Miftakhov bebas dari penjara atas tuduhan hooliganisme karena menyerang kantor regional Partai Rusia Bersatu pada 2019.
Pria berusia 30 tahun itu ditahan lagi beberapa menit setelah dibebaskan dari penjara IK-17 di Kirov, yang berjarak 900 kilomter dari timur Moskow.
Ini merupakan tindakan keras terbaru dari pemerintahan Presiden Vladimir Putin terhadap aktivis oposisi.
Pengacara Miftakhov, Svetlana Sidorkina, menuturkan kliennya didakwa karena membenarkan terorisme dan menolak mengaku bersalah.
Dikutip ABC News, Miftakhov ditangkap pada 2019 lalu dan dituduh menyerang kantor partai Rusia Bersatu yang berkuasa di Kremlin. Meski tuduhan itu ia bantah, Miftakhov tetap ditahan.
Saat ditangkap, Miftakhov merupakan mahasiswa pascasarjana yang sedang mengejar gelar lanjutan di bidang matematika. Pihak berwenang menuduhnya menganut pandangan anarkis.
Sementara itu, Miftakhov mengaku pihak berwenang menyiksanya selama ditahan.
Pengadilan Moskow pun memvonis Miftakhov hukuman enam tahun penjara pada 2021 atas hooliganisme.
Per Senin pekan ini, Miftakhov selesai menjalani enam tahun masa hukuman. Namun, alih-alih benar-benar bebas, Miftakhov malah kembali ditahan beberapa menit setelah dia keluar dari IK-17.
Para pendukungnya yang menyambut kebebasan Miftakhov di fasilitas tahanan itu malah melihat pihak berwenang kembali mengamankannya, sampai-sampai tak punya waktu untuk berbicara dengan kerabat yang menunggu di luar penjara.
Sementara itu, kantor berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa dakwaan baru terhadap Miftakhov ini terkait atas dukungannya mendukung serangan ke kantor regional Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) pada 2018 lalu. Insiden itu menewaskan tiga petugas FSB.
Pihak berwenang menganggap serangan ke kantor FSB itu sebagai tindakan terorisme.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2439 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun