Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Inggris Bakal Tetapkan Wagner Group Rusia Sebagai Organisasi Teroris
beritabali.com/cnnindonesia.com/Inggris Bakal Tetapkan Wagner Group Rusia Sebagai Organisasi Teroris
BERITABALI.COM, DUNIA.
Inggris dilaporkan bakal menganggap kelompok tentara bayaran Wagner Group sebagai organisasi teroris.
Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan Wagner Group adalah "alat militer Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin yang keras dan destruktif."
"Mereka (Wagner) jelas-jelas dan sederhana adalah teroris, deklarasi ini pun memperjelas hal itu dalam hukum Inggris," ucap Braverman pada Selasa (5/9) seperti dikutip Reuters.
Lembaga penyiaran Inggris, BBC, melaporkan rencana pemerintah ini memungkinkan setiap aset Wagner Group diblokir dan dianggap sebagai properti teroris.
Dengan begitu, setiap bentuk dukungan dan hubungan dengan Wagner Group merupakan tindakan ilegal di Inggris.
Warga Inggris juga dilarang membantu, berhubungan, hingga mempromosikan kelompok Wagner Group.
Wagner Group merupakan salah satu kelompok paramiliter yang diandalkan Rusia, terutama dalam membantu menginvasi Ukraina.
Namun, sejak enam bulan terakhir, relasi Wagner dan Rusia terus merenggang sampai kelompok tentara bayaran itu ogah membantu Moskow berperang hingga angkat kaki dari Ukraina.
Penetapan Wagner Group sebagai kelompok teroris ini juga berlangsung tak lama setelah Rusia mengonfirmasi bos tentara swasta ini, Yevgeny Prigozhin, tewas dalam kecelakaan pesawat saat dalam perjalanan dari St. Petersburg ke Moskow pada 23 Agustus lalu.
Banyak pihak menuding Presiden Vladimir Putin lah dalang dibalik kematian Prigozhin yang merupakan mantan sekutu dekatnya itu.
Sebab, kecelakaan Prigozhin terjadi kurang lebih dua bulan setelah Wagner Group melancarkan pemberontakan terhadap Putin dengan menyerang markas militer Rusia di Rostov.
Prigozhin juga sempat mengerahkan pasukan Wagner Group ke Moskow meski akhirnya batal setelah disebut mencapai kesepakatan dengan Rusia.
Saat itu, Istana Kepresidenan Kremlin bahkan menegaskan Rusia tidak akan menghukum Prigozhin atas tindakannya itu.
Padahal, pemerintahan Putin terkenal kerap menghukum berat oposisi dan pemberontak.
Setelah kematian Prigozhin, Rusia pun mengambil alih kendali atas Wagner Group. Kremlin bahkan disebut telah menunjuk Kepala unit operasi rahasia badan intelijen Rusia (GRU), Jenderal Andrey Averyanov, untuk menggantikan Prigozhin sebagai bos Wagner Group.
Meski begitu, belum jelas bagaimana nasib para pasukan dan organisasi Wagner Group setelah ditinggal mati Prigozhin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang