Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Menlu AS ke Ukraina, Guyur Bantuan Rp15,3 Triliun Buat Lawan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, berkunjung ke Ukraina dan mengumumkan bantuan US$1 miliar atau setara Rp15,3 triliun untuk meningkatkan kemampuan negara itu melawan Rusia.
"Hari ini, kami mengumumkan bantuan baru dengan total lebih dari US$1 miliar," ujar Blinken dalam konferensi pers bersama Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba, seperti dikutip AFP.
Blinken menjabarkan bahwa bantuan itu mencakup bantuan militer dan keamanan sipil senilai US$665,5 juta atau setara Rp10,2 triliun.
Bantuan ini diberikan ketika Ukraina dibanjiri kritik karena dianggap lamban dalam melakukan serangan balik terhadap Rusia.
Di sisi lain, Ukraina sendiri terus meminta bantuan dari negara Barat. Mereka mengaku kewalahan jika harus melawan pasukan Negeri Beruang Merah tanpa bantuan alutsista.
AS dan sejumlah negara Barat pun meningkatkan bantuan mereka. Bantuan kali ini sendiri bukan yang pertama. AS sudah memberikan bantuan lebih dari US$40 miliar untuk bantuan keamanan sejak Rusia memulai invasi tahun lalu.
Ketika AS kembali memberikan bantuan, Ukraina pun memastikan tak akan menganggap remeh.
"Bantuan AS bukan amal. Hari ini, berkat rekan kami, Ukraina dapat menahan agresi Rusia, dan kami tak membahayakan nyawa warga Amerika," ucap Kuleba kepada Blinken.
Blinken lantas mengatakan bahwa bantuan teranyar ini dapat membantu Ukraina menyusun strategi serangan balik dan "membangun momentum" yang tepat.
Selain itu, Kuleba juga berterima kasih kepada AS karena memberikan restu kepada negara lain yang ingin memberikan jet F-16 kepada Ukraina.
Berdasarkan kesepakatan, negara yang membeli jet F-16 dari AS memang harus meminta izin terlebih dulu jika ingin menyerahkan armada itu ke pihak lain.
Sejumlah negara sempat ragu memberikan jet itu karena berbagai alasan, salah satunya karena harus mendapatkan izin dari Negeri Paman Sam terlebih dulu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan