Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Menlu AS ke Ukraina, Guyur Bantuan Rp15,3 Triliun Buat Lawan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, berkunjung ke Ukraina dan mengumumkan bantuan US$1 miliar atau setara Rp15,3 triliun untuk meningkatkan kemampuan negara itu melawan Rusia.
"Hari ini, kami mengumumkan bantuan baru dengan total lebih dari US$1 miliar," ujar Blinken dalam konferensi pers bersama Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba, seperti dikutip AFP.
Blinken menjabarkan bahwa bantuan itu mencakup bantuan militer dan keamanan sipil senilai US$665,5 juta atau setara Rp10,2 triliun.
Bantuan ini diberikan ketika Ukraina dibanjiri kritik karena dianggap lamban dalam melakukan serangan balik terhadap Rusia.
Di sisi lain, Ukraina sendiri terus meminta bantuan dari negara Barat. Mereka mengaku kewalahan jika harus melawan pasukan Negeri Beruang Merah tanpa bantuan alutsista.
AS dan sejumlah negara Barat pun meningkatkan bantuan mereka. Bantuan kali ini sendiri bukan yang pertama. AS sudah memberikan bantuan lebih dari US$40 miliar untuk bantuan keamanan sejak Rusia memulai invasi tahun lalu.
Ketika AS kembali memberikan bantuan, Ukraina pun memastikan tak akan menganggap remeh.
"Bantuan AS bukan amal. Hari ini, berkat rekan kami, Ukraina dapat menahan agresi Rusia, dan kami tak membahayakan nyawa warga Amerika," ucap Kuleba kepada Blinken.
Blinken lantas mengatakan bahwa bantuan teranyar ini dapat membantu Ukraina menyusun strategi serangan balik dan "membangun momentum" yang tepat.
Selain itu, Kuleba juga berterima kasih kepada AS karena memberikan restu kepada negara lain yang ingin memberikan jet F-16 kepada Ukraina.
Berdasarkan kesepakatan, negara yang membeli jet F-16 dari AS memang harus meminta izin terlebih dulu jika ingin menyerahkan armada itu ke pihak lain.
Sejumlah negara sempat ragu memberikan jet itu karena berbagai alasan, salah satunya karena harus mendapatkan izin dari Negeri Paman Sam terlebih dulu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun