Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Joe Biden Bertemu Orang Nomor 2 China, Sebut Tak Ada Invasi Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan pada Minggu (10/9) telah bertemu orang nomor dua di China dan menambahkan bahwa goyahnya perekonomian China tak akan menyebabkan negara itu menginvasi Taiwan.
Biden mengungkap bertemu dengan orang nomor dua di bawah Presiden China Xi Jingping, yaitu Perdana Menteri China Li Qiang, di pertemuan puncak KTT G20 yang digelar di New Delhi, India. Xi tak hadir dalam KTT G20 ini.
Pembicaraan Biden dengan petinggi China ini merupakan pertemuan tingkat tinggi kedua negara setelah hampir 10 bulan sejak Biden dan Xi bertemu di KTT G20 di Bali pada November 2022.
Pertemuan Biden dengan Li tak dijadwalkan namun hal seperti ini bisa terjadi saat acara kenegaraan.
"Tim saya, staf saya tetap bertemu dengan orang-orang Presiden Xi dan kabinetnya," kata Biden kepada jurnalis seperti diberitakan Reuters, Minggu (10/9).
"Kami berbicara tentang stabilitas," ujar Biden lagi yang menyebut perbincangan tidak konfrontatif.
Biden menyebut perekonomian AS sebagai yang 'terkuat' di dunia.
Dia juga mengatakan kepada jurnalis bahwa pertumbuhan China melambat karena lemahnya perekonomian global serta kebijakan, tetapi kebijakan ini tak dijelaskan lebih detail.
Biden menyebut situasi ekonomi China sebagai 'krisis', menyinggung masalah di sektor real estate dan tingginya pengangguran kaum muda.
"Salah satu prinsip ekonomi utama dari rencananya tidak berjalan sama sekali saat ini," kata Biden tentang Xi.
"Saya tidak senang dengan hal itu, tapi itu tidak berhasil," ucapnya lagi.
Biden telah berupaya menjaga komunikasi tetap terbuka dengan China untuk menurunkan ketegangan dalam perselisihan internasional termasuk soal Taiwan, pulau yang punya pemerintahan sendiri yang diklaim China.
"Saya kira hal ini tidak akan menyebabkan China menginvasi Taiwan," kata Biden tentang masalah ekonomi yang dihadapi China.
"Faktanya, sebaliknya, mungkin tidak ada kapasitas sama seperti sebelumnya," ucap Biden.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan