Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Saint Dismas, Band Alternatif Suarakan Seni, Bumi, dan Kesadaran di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Saint Dismas, band alternatif terbentuk sejak 2019 dan berbasis di Tangerang, Ciledug, Jakarta digawangi, 4 orang personel terdiri dari, Pandu pada Gitar/Vokal, Albert Lead Gitar, Azar Drum dan Toro Drum telah memiliki 9 lagu dalam albumnya dengan bangga mengumumkan peluncuran album debutnya yang berjudul "Art, Earth, Consciousness" pada 11 Agustus 2023 lalu.
"Art, Earth, Consciousness" adalah sebuah karya yang mencerminkan eksplorasi kreatif Saint Dismas yang terinspirasi oleh musik dari Foo Fighters, Smashing Pumpkins, dan Radiohead. Album ini menyajikan perpaduan unik dari berbagai genre musik, menciptakan pengalaman sonik yang merefleksikan karakter khas dari Saint Dismas.
Dengan sentuhan kreatif, album ini menggali aspek-aspek mendasar kehidupan, seperti seni yang menyatu dengan eksistensi manusia, Bumi sebagai tempat tinggal kita, dan kesadaran sebagai ciri bawaan makhluk hidup.
Lagu-lagu di album Saint Dismas yang pertama ini, berisikan tentang pesan-pesan moral dalam kehidupan seperti; “Welcome to the Dark Age”, bagaimana kita harus menjaga lingkungan sekitar kita agar keindahan alam dan guna alam dapat masih dinikmati oleh generasi generasi yang akan mendatang.
“Monsters”, bagaimana manusia yang melakukan segala cara untuk memenuhi hasrat diri sendiri. “Mask of Sanity”, manusia yang berjuang untuk memiliki kesadaran yang dapat berdampingan dengan manusia pada umumnya.
"Kami sangat bersemangat untuk berbagi karya ini dengan dunia. Album ini adalah hasil kolaborasi intens dari seluruh anggota band sebelumnya (Pandu, Riovaldo, Otniel, dan Albert) dan mencerminkan perjalanan kreatif kami selama ini," ungkap Pandu, gitaris dan vokalis band, Senin (18/9/2023) di Denpasar.
Bali menjadi salah satu pilihan pertama tour selain Bandung dan Jakarta karena dirasa lebih baik mengapresiasi musik dibanding daerah lainnya. Selain itu, materi lagu yang menggunakan bahasa Inggris tepat jika ditampilkan di Bali. Dengan harapan, band bisa manggung di luar negeri seperti di Singapura dan Australia.
"Melalui album pertama Saint Dismas ini, pesan yang terdapat di lagu-lagu “Art, Earth, Consciousness" dapat tersampaikan dengan baik ke pendengar nantinya," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun