Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dewan Karangasem Soroti Layanan Antar Jemput Pasien yang Rugikan Anggaran
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pembahasan APBD Perubahan tahun 2023 antara pihak Eksekutif dan Legislatif di Gedung DPRD Karangasem berlangsung cukup menegangkan pada Rabu (20/9/2022).
Beberapa sektor menjadi sorotan anggota DPRD, salah satunya terkait progam antar jemput pasien (AJP) besutan Bupati Karangasem, I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Arta Dipa.
Ini disoroti oleh salah satu anggota dewan dari Partai NasDem, I Made Juwita. Dalam rapat tersebut, Juwita meminta agar pihak eksekutif tidak memasang anggaran tambahan untuk program AJP pada APBD Perubahan 2023.
Menurut Juwita, selama ini layanan AJP yang seharusnya memprioritaskan antar jemput pasien ke RSUD Karangasem sebagai tujuan pasien justru malah lalu lalang megantarkan pasien ke Rumah Sakit swasta bahkan hingga keluar Kabupaten Karangasem.
Kondisi ini menurutnya telah memengaruhi dari sisi pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Karangasem sehingga pada APBD perubahan 2023 turun sekitar Rp.14 miliar dari target APBD Induk 2023.
"Saya lihat layanan AJP ini justru lalu lalang megantar pasien ke Rumah Sakit swasta sehingga merugikan pemerintah dan berdampak terhadap turunnya pendapatan BLUD RSUD Karangasem, " kata Juwita.
Mendapat tudingan seperti itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama menegaskan bahwa pihaknya tidak ada mengusulkan tambahan anggaran untuk Program AJP pada APBD Perubahan 2023.
Terkait layanan AJP yang mengantar pasien ke RS swasta menurutnya hal itu dikarenakan pasien bersangkutan merupakan peserta BPJS Kesehatan sehingga persoalan rujukan sudah diatur oleh sistem BPJS Kesehatan.
"Bukan AJP yang menentukan kemana pasien akan dirujuk, tetapi itu sudah ditentukan oleh sistem rujukan oleh BPJS Kesehatan, itu aplikasi yang menentukan kemana pasien bersangkutan akan dirujuk, puskesmas pun tidak bisa sembarangan. Untuk yang keluar Karangasem misalnya pasien cuci darah, karena di Karangasem antara fasilitas dan jumlah pasien yang cukup banyak tidak sebanding sehingga masih ada yang dirujuk keluar kabupaten," kata Pertama.
Sementara itu, untuk target BLUD RSUD yang turun pada APBD Perubahan 2023 ini, menurut Putra Pertama itu tidak ada hubungannya dengan layanan AJP yang membawa pasien ke RS Suasta. Target BLUD turun dikarenakan tidak ada pasien Covid-19.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan