Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Tradisi Gebug Ende di Desa Adat Seraya Diyakini Mampu Turunkan Hujan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Warga Desa Adat Seraya, Karangasem kembali melaksanakan tradisi Gebug Ende Sakral yang rutin digelar sekali dalam setahun usai aci penyineban Usaba Kaja atau Usaba Kapat di Pura Puseh dan Bale Agung yang jatuh pada Selasa (3/10/2023).
Dalam gelaran kali ini, seperti biasa peserta gebug ende terdiri dari dua orang pria dewasa. Bersenjatakan rotan berikut tameng (ende). Keduanya kemudian saling serang di bawah komando seorang "saye" atau wasit. Uniknya di sela - sela pertarungan peserta biasanya melakukan aksi tarian - tarian khas Gebug Ende untuk mengecoh lawannya.
Kelian Desa Adat Seraya, I Made Salin menuturkan, berdasarkan kepercayaan yang telah diwariskan secara turun temurun, tradisi gebug ende ini berkaitan dengan ritual untuk memohon hujan turun setelah dilanda kemarau panjang.
"Kepercayaan kami disini tradisi Gebug Ende ini juga diyakini mampu mengundang hujan. Setiap gelaran tradisi Gebug Ende akan dilaksanakan selama 3 hari, dimana setiap pelaksanaannya minimal ada 3 kali Gebug Ende, nah setelah ini kami tinggal menunggu turunnya hujan," kata Salin.
Seperti yang diketahui, kondisi wilayah Desa Adat Seraya berada di dekat garis pantai dengan lahan cenderung didominasi perbukitan dan sungai. Secara geografis Desa Seraya berada diketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut yang mebuatnya cukup sulit untuk bisa turun hujan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3820 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1764 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang