Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Empat Usaha Galian C di Karangasem Kena SP 1
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah usaha tambang Meneral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di wilayah Kecamatan Kubu, Karangasem diberikan surat peringatan satu (SP 1) karena melaksanakan aktivitas penambangan di luar ketentuan tata ruang.
Kasatpol PP Kabupaten Karangasem, I Ketut Arta Sedana dikonfirmasi pada Rabu (4/10/2023) mengatakan, sedikitnya ada 4 usaha MBLB yang diberikan SP 1 karena kedapatan beroperasi melanggar ketentuan Perda RTRW diwilayah Kecamatan Kubu, Karangasem.
Teguran ini diberikan olah pihak Kementrian Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional, Direktorat Jendral, Pengendalian Dan Penertiban Tanah Dan Ruang melaksanakan pengawasan di Kecamatan Lubu yang didampingi oleh Satpol PP Kabupaten Karangasem pada Selasa (3/10/2023).
"Mereka melanggar Perda RTRW no 17 tahun 2012 revisi Perda 17 tahun 2020 terkait Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), kalau dulu namanya Izin Lokasi," kata Arta Sedana.
Adapun empat usaha MBLB yang diberikan SP1 tersebut diantaranya adalah Krisna PTAK M. Zakaria yang berlokasi di Banjar Dinas Dukuh, Desa Ban. CV Pandawa Jaya di wilayah Banjar Dinas Mekarsari, Desa Sukadana.
Panca Pandawa yang beroperasi diwilayah Banjar Dinas Lebah, Desa Sukadana dan PT Zero Inti Perkasa yang berlokasi di Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
Keempat aktivitas galian MBLB ini dianggap melanggar Pemanfaatan Ruang. Untuk yang berada pada kawasan resapan air, kawasan tanaman pangan maka berkewajiban untuk menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk yang berada pada sebagian kawasan pertambangan batuan dan kawasan perkebunan maka berkewajiban untuk mengajukan permohonan KKPR.
Untuk diketahui masing-masing usaha penambangan MBLB tersebut selama ini sudah beroperasi bahkan ada salah satunya yang beroperasi hingga 24 jam penuh. Sebagian lahan yang digali berstatus milik sendiri atau milik pribadi, ada juga lahan yang digali melalui siatem kontrak dan sistem dikerjasamakan antara pengusaha dengan pemilik lahan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan