Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Peringati Hari Rabies, Dua Kecamatan di Gianyar Masuk Zona Merah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penyakit rabies yang datang dari anjing kini diperingati sebagai hari rabies. Meskipun ada peringatannya, namun kasus rabies di kabupaten Gianyar masih tinggi.
Data dari Dinas Kesehatan Gianyar, dua kecamatan bahkan masuk zona merah rabies yang berarti berbahaya. Dua kecamatan tersebut ialah Kecamatan Sukawati dan Blahbatuh.
Guna menekan bahaya rabies, maka dilakukan vaksinasi terhadap anjing di zona merah. "Sukawati dan Blahbatuh kami fokuskan karena dua kecamatan itu paling tinggi," ujar PJ Bupati Gianyar Dewa Tagel Wirasa.
Tingginya jumlah gigitan jug mendorong Pemerintah mengambil langkah serius. "Berdasarkan data pada Juli 2023, jumlah gigitan saja sampai 1.500 gigitan. Ini harus ditanggulangi," jelas dia.
Pihak pemerintah juga telah menyediakan Vaksin Anti Rabies (VAR) di masing-masing Puskesmas. "Setiap hari siaga 15-20 vial VAR untuk pengobatan kepada korban gigitan," terang dia.
Sementara itu, serangkaian hari rabies, dilaksanakan kegiatan vaksinasi terhadap anjing di sejumlah daerah. Tujuannya agar anjing tidak terinfeksi. Termasuk melakukan sosialisasi agar anjing dikandangkan, jangan dilepasliarkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4637 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2440 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2089 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1693 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1131 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun