Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
KMHDI Dorong PHDI Keluarkan Bhisama Pengelolaan Sampah Usai Upacara Keagamaan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mendorong Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) untuk mengeluarkan Bhisama (aturan) tentang Pengelolaan Sampah Paska Upacara Keagamaan.
Dorongan ini disampaikan ketika PP KMHDI mengadakan audensi dengan Pengurus Pusat PHDI, bertempat di Kantor PHDI, Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Baca juga:
Penyidikan Insiden Nyepi Sumberkelampok Digeber, Polres Buleleng BAP-kan Ketua KMHDI Bali
Ketua Umum KMHDI I Wayan Darmawan mengatakan urgensi Bhisama Pengelolaan Sampah setelah Upacara Keagamaan penting mengingat sampah sisa hasil upakara keagamaan volumenya cukup besar.
"Setiap kali upacara keagamaan seperti di pura-pura, sampah sisa hasil upacara keagamaan yang didominasi sampah organik volumenya tidaklah sedikit namun cukup besar," terang Darmawan.
Menurut Darmawan jika sampah hasil upakara tersebut tidak dikelola dengan baik, maka umat Hindu akan turut berkontribusi menambah beban sampah di TPA. Namun, jika sampah tersebut dapat dikelola dengan baik maka setidaknya dapat mengurangi tingginya tumpukan sampah di TPA.
Menurut Darmawan melalui pengelolaan sampah yang inovatif sampah hasil sisa upakara yang didominasi sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan eco enzyme yang memiliki nilai guna bagi umat Hindu.
Untuk memulai upaya ini tentu langkah pertamanya adalah dibuatkan infrastruktur hukum berupa Bhisama tentang Pengelolaan Sampah Paska Upcara Keagamaan yang mengatur tentang upaya pengelolaan sampah yang sistematis dan berkesinambungan yang dilakukan oleh Pura.
"Persoalan sampah adalah persoalan serius yang harus segera ditangani. Umat Hindu juga harus mulai memikirkan bagaimana mengelola sampah hasil sisa upakaranya sendiri. Untuk itu PHDI sebagai majelis umat Hindu bisa membuat Bhisama terkait persoalan tersebut," terangnya.
Disamping mendorong lahirnya Bhisama tentang tentang Pengelolaan Sampah Paska Upacara Keagamaan, dalam kesempatan itu, KMHDI juga membahas tentang bagaimana membangun kemandirian ekonomi umat Hindu melalui pura.
"Pura tidak hanya sebagai tempat persembahyangan bagi umat Hindu. Namun pura juga harus dimaknai dan difungsikan juga sebagai tempat strategis untuk pemberdayaan umat salah satunya dalam di sektor ekonomi," terangnya.
Melalui aktivitas pemberdayaan ekonomi dari pura inilah diharapkan mampu menjangkau seluruh umat dan menciptakan kemandirian umat. Salah satu kegiatan ekonomi yang dapat diterapkan di Pura adalah membangun lembaga keuangan mikro atau koperasi yang bisa memberikan jaminan atau akses permodalan terhadap umat.
Selanjutnya, KMHDI juga menyoroti terkait penguatan SDM Hindu. Darmawan menjelaskan sampai hari ini kualitas SDM Hindu dapat dikatakan masih jauh. Terutama umat Hindu yang ada di daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Terbelakang).
"Pasraman sebagai salah satu lembaga pendidikan Hindu kondisinya tidak semua baik. Kekurangan fasilitas mulai dari fisik dan manusia (guru) adalah wajah lembaga pendidikan Hindu. Hal ini membuat umat Hindu semakin tertinggal dengan umat lainnya," terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2317 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun