Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Serangan Udara Israel Kembali Hantam Sekitar Area RS Al Quds
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serangan udara Israel dilaporkan kembali menghantam area dekat Rumah Sakit Al Quds pada Minggu (29/10).
Hal ini dilaporkan oleh wartawan Al Jazeera yang rumahnya berada di dekat RS Al Quds. Menurutnya suara dentuman bom di sekitarnya terdengar cukup keras.
Menurut laporan tersebut, karena jenis bom yang dilakukan sangat kuat, serang itu tidak hanya berdampak pada targetnya, tapi juga area sekitarnya.
RS Al Quds tidak terkena dampak secara langsung, tetapi daerah di sekitarnya menjadi sasaran. Hal ini menyebabkan ketakutan yang luar biasa di antara para pasien, menurut laporan Al Jazeera.
Direktur rumah sakit mengatakan bahwa mereka tidak akan mengungsi karena hal itu dapat mengakibatkan kematian pasien, termasuk bayi prematur dalam inkubator, dan mereka yang berada di unit ICU. Jumlah mereka semua, ditambah dengan mereka yang berlindung, mencapai sekitar 14.000 orang.
Rekaman udara Rumah Sakit Al Quds menunjukkan kerumunan besar pengungsi yang mencari perlindungan di halaman rumah sakit. Pihak berwenang rumah sakit melaporkan telah menerima lima kali peringatan dari tentara Israel, dengan peringatan bahwa tempat tersebut akan dibom dalam waktu dekat.
Rumah sakit ini terletak di Tal al-Hawa, di Kota Gaza, dan berafiliasi dengan Palang Merah Palestina.
Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi rumah sakit tersebut karena hanya lokasi itu yang masih menerima korban gempuran Israel di Gaza.
Rekaman yang diambil beberapa jam sebelum ancaman Israel dan diperoleh Al Jazeera pada hari Minggu itu juga mengungkapkan keberadaan ambulans dan tim medis yang ditempatkan di pintu masuk rumah sakit.
Krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Ribuan warga Gaza bahkan sempat merangsek memasuki gudang bahan makanan milik PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) untuk berebut mengambil bahan-bahan kebutuhan pokok.
UNRWA mengatakan ribuan masyarakat Gaza itu masuk ke gudang pusat distribusi bantuan. Barang-barang yang menjadi rebutan demi bisa bertahan hidup antara lain tepung hingga bahan pokok lain.
"Ini adalah tanda yang mengkhawatirkan, di mana tatanan sipil mulai rusak setelah tiga minggu perang dan pengepungan ketat di Gaza," tulis pernyataan resmi UNRWA.
Israel kelihatannya belum akan mengurangi intensitas gempurannya ke wilayah Gaza, Palestina, meski sudah banyak desakan untuk melakukan gencatan senjata dengan Hamas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang dengan kelompok militan Palestina Hamas di Gaza akan berlangsung lama. Saat ini perang sudah "memasuki fase baru" dan Israel tampaknya belum akan mengakhiri gempuran ke wilayah Gaza.
Hal tersebut disampaikan Netanyahu dalam sebuah konferensi pers pada Sabtu (28/10) dan dalam kesempatan itu ia turut menarik hubungan antara konflik dengan Hamas dan Perang Arab-Israel antara tahun 1947 dan 1949, yang terjadi ketika Israel mendeklarasikan kemerdekaannya.
"Perang di dalam Gaza akan berlangsung lama. Ini adalah perang kemerdekaan kedua kami. Kami akan menyelamatkan negara kami," kata Netanyahu, mengutip CNN.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4020 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1385 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 737 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun