Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Mardani PKS Ingatkan Amien Rais Syndrom Soal AMIN Rendah di Survei
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan Amien Rais syndrom soal rendahnya elektabilitas pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) di sejumlah hasil survei elektabilitas capres.
Mardani menjelaskan, Amies Rais syndrom adalah istilah yang pernah disampaikan analis politik Eep Saefulloh Fatah kepada Anies. Istilah itu merujuk pada fenomena tingginya popularitas Amien di era reformasi '98. Namun, pada Pemilu 2004, Amien hanya memperoleh 14 persen suara.
"Ketika reformasi Pak Amien itu melambung sekali, yang hadir penuh tapi ketika Pemilu 2004 cuma dapat 14 persen," kata Mardani di kompleks parlemen, Selasa (31/10).
Pernyataan itu disampaikan Mardani sekaligus merespons tingginya antusiasme masyarakat dalam setiap kopi darat atau forum bersama Anies maupun Cak Imin. Namun, antusiasme itu tak diiringi dengan elektabilitas keduanya di sejumlah hasil survei.
Mardani mengatakan bahwa hasil survei akan terus menjadi masukan bagi pihaknya. Dia mengaku tak akan puas dengan kehadiran atau antusiasme masyarakat dalam setiap forum Anies.
Sebab, mau tidak mau, sebagai sebuah karya ilmiah, hasil survei bisa memotret persepsi masyarakat yang lebih menyeluruh.
"Karena itu spotlight memang ramai, tapi hasil itu lebih menyeluruh lebih sesuai dengan kaidah ilmiah yang samplingnya itu rata," kata Mardani.
Pasangan Anies-Cak Imin memang selalu berada di posisi terendah dalam sejumlah hasil survei dibanding dua pesaingnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Elektabilitas Anies rata-rata bahkan tak beranjak dari 20 persen.
Dalam survei Indiktor pada 26 Oktober lalu mengungkap, elektabilitas Anies hanya berada di angka 23 persen. Dia di bawah Prabowo-Gibran 36,1 persen, dan Ganjar-Mahfud 33,7 persen.
Survei simulasi pilpres LSI Denny JA pada 4-12 September 2023, menempatkan Prabowo-Gibran di posisi pertama dengan elektabilitas 39,3 persen. Posisi kedua diduduki Ganjar-Mahfud dengan 36,9 persen. Lalu Anies-Muhaimin memiliki elektabilitas 15 persen.
Kemudian, survei Poltracking Indonesia pada 3-9 September 2023 mengungkap hasil berbeda. Ganjar-Mahfud berada di urutan pertama dengan elektabilitas 31,6 persen. Prabowo-Gibran memiliki elektabilitas 30,7 persen. Sementara itu, Anies-Muhaimin tetap di bawah dengan elektabilitas 18,4 persen.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 571 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 432 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan