Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Usai Kamp Pengungsi Diserang, Jalur Komunikasi di Gaza Kembali Lumpuh
beritabali.com/cnnindonesia.com/Usai Kamp Pengungsi Diserang, Jalur Komunikasi di Gaza Kembali Lumpuh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perusahaan telekomunikasi Palestina (Paltel) menyatakan hubungan internet dan komunikasi kembali lumpuh total di Jalur Gaza, Rabu (1/11).
Paltel, yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Gaza, menyatakan hal ini lewat unggahan di media sosial X (dulu dikenal sebagai Twitter).
"Dengan menyesal kami mengumumkan semua komunikasi dan layanan internet di Jalur Gaza putus total karena rute internasional yang sebelumnya tersambung kembali terputus lagi," katanya dalam pernyataan singkat di X.
Pada hari Minggu, perusahaan tersebut sempat mengumumkan bahwa layanan telekomunikasi dan internet telah pulih secara bertahap di Gaza, setelah sempat mati pada akhir pekan.
Terputusnya layanan internet dan komunikasi hari ini terjadi hanya belasan jam berselang setelah serangan besar ke kamp pengungsian Palestina terbesar di Jabalia.
Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan lebih dari 50 orang tewas dan 150 orang lainnya terluka akibat gempuran Israel tersebut.
Kementerian itu bahkan memprediksi jumlah korban masih bisa bertambah lantaran para petugas medis masih menyisir reruntuhan bangunan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8125 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5670 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3546 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2396 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan