Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
RS Indonesia di Gaza Terancam Kolaps-Listrik Padam Dalam 48 Jam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza akan mengalami pemadaman listrik dalam 48 jam ke depan, di tengah peningkatan jumlah pasien imbas serangan dan blokade total oleh pasukan Israel.
Kemungkinan pemadaman itu terungkap dari relawan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) di Gaza, Fikri Rofiul Haq. Dia mengutip pernyataan pemimpin RS Indonesia di Gaza.
"Dalam pernyataan ketua Rumah Sakit Indonesia, Rumah Sakit Indonesia akan mengalami pemadaman listrik dalam 48 jam ke depan," kata Fikri dalam pesan audio yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (1/11).
Pernyataan dia senada dengan komentar juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf Al Qudra. Ia mengatakan generator listrik di RS Indonesia hanya tersisa "beberapa jam."
Di kesempatan itu, Fikri juga mengatakan banyak pasien korban luka yang memadati RS tersebut. Para pasien ini mayoritas anak-anak dan perempuan.
Di aula rumah sakit, lanjut dia, banyak anak-anak menangis karena menahan rasa sakit yang diderita sementara obat-obatan dan staf medis sangat kurang.
"Memang di rumah sakit ini, mereka mengalami krisis obat-obatan dan kekurangan tim medis akhirnya banyak korban luka tergelak di lantai," ungkap Fikri.
Dia menyebut RS Indonesia sudah kewalahan menerima korban gempuran Israel, di mana banyak jenazah terpaksa diletakkan di trotoar, menunggu diambil keluarga untuk dimakamkan.
Banyak di antara mereka yang tergeletak di trotoar dan hanya menunggu keluarga mengambilnya untuk kemudian dimakamkan.
"Malam itu mereka hanya diletakkan di pinggir jalan sampai pagi untuk diambil keluarga dan dimakamkan," ujar Fikri.
Membludaknya jumlah pasien dan jenazah terjadi usai Israel menggempur kamp pengungsi terbesar di Palestina, Jabalia, pada Rabu (1/11) dini hari.
Imbas serangan itu, 50 orang meninggal dan kemungkinan angka ini akan bertambah.
Malam itu mereka hanya diletakkan di pinggir jalan menuju pagi untuk diambil keluarga dan dimakamkan.
Israel hingga kini juga tak kunjung mengizinkan bantuan bahan bakar minyak masuk ke Gaza. Mereka beralasan bantuan itu bisa disalahgunakan Hamas.
Rumah sakit-rumah sakit di Gaza sementara itu memerlukan bahan bakar untuk mengoperasikan generator mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun