Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Tentara Israel Tembaki Wanita dan Anak Gaza Yang Tengah Mengantre Roti
beritabali.com/cnnindonesia.com/Tentara Israel Tembaki Wanita dan Anak Gaza Yang Tengah Mengantre Roti
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tentara Israel kembali menyerang penduduk sipil di Gaza yang tengah mengantre untuk mendapat roti di sebuah toko. Puluhan orang termasuk wanita dan anak-anak tewas ditembak militer Israel.
Akibatnya Rumah Sakit al-Shifa di Gaza kelebihan kapasitas atau overload menampung puluhan korban tewas maupun luka akibat serangan tersebut.
"Orang-orang mengantre untuk mendapatkan sepotong roti dan kemudian ditembaki, hancur berkeping-keping, puluhan tewas, puluhan terluka, semuanya warga sipil tak bersalah," kata Direktur Rumah Sakit Al-Shifa Mohammed Abu Salimi kepada Al Jazeera, Rabu (1/11).
Ia pun menganggap serangan tersebut adalah pembunuhan berencana. Seperti halnya serangan bom dahsyat yang telah meluluhlantakkan kamp pengungsian terbesar di Gaza. Tentara Israel dinilai tak pandang bulu menyerang penduduk Gaza.
"Kemarin, ratusan orang tewas di Jabalia, hari ini di toko roti Gaza, ini adalah pembunuhan berencana," katanya.
"Wanita, anak-anak, warga sipil tak bersenjata yang tidak bersalah sedang mengantre...dibunuh secara sembrono," tambahnya.
Abu Salimi menambahkan bahwa unit perawatan intensif dan unit gawat darurat di RS Al-Shifa sudah penuh. Stok obat-obatan pun menipis.
"Setiap tempat tidur penuh. Kami sangat padat, obat-obatan mulai habis, persediaan medis mulai habis," jelasnya.
Youmna ElSayed dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Gaza, mengatakan bahwa toko roti tersebut berjarak 'kurang dari satu kilometer' dari rumah sakit.
Dia menambahkan bahwa hanya sedikit toko roti yang tersisa di Gaza.
"Sebagian besar toko roti entah ditarget atau hancur dalam serangan udara Israel," ungkapnya.
Sejak perang pecah serta agresi Israel ke Palestina dimulai, lebih dari 8.000 orang tewas dan belasan ribu lainnya luka-luka.
Selain itu perang dan blokade Israel di Gaza juga menyebabkan dua rumah sakit utama yakni Rumah Sakit Al Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza nyaris kolaps karena semakin menipisnya stok bahan bakar untuk menyalakan generator listrik.
Sementara Tentara Pertahanan Israel (IDF) seolah tutup mata melihat banyaknya kematian korban sipil. Ia pun menegaskan sudah memberi peringatan kepada penduduk Gaza agar pindah ke selatan untuk keamanan.
"Inilah tragedi perang. Seperti yang Anda ketahui, kami sudah mengatakan selama beberapa hari, pindah ke selatan. Warga sipil yang tidak terlibat dengan Hamas, tolong pindah ke selatan," ungkapnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8115 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5669 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3545 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2396 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan