Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Serangan Brutal Israel di Kamp Maghazi Tewaskan 51 Warga Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 51 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan bom Israel di Kamp Maghazi di Jalur Gaza pada Sabtu (4/11) malam.
Kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan puluhan warga tewas itu mayoritas terdiri dari wanita dan anak-anak.
"Setidaknya 51 warga Palestina, kebanyakan wanita dan anak-anak, tewas dan puluhan lainnya terluka dalam pemboman Israel terhadap kamp Maghazi di Gaza pada Sabtu malam," demikian dikutip dari Middle East Eye, Minggu (5/11).
Menurutnya, serangan bom tersebut merupakan pembunuhan massal terbaru terhadap warga Palestina yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Awal pekan ini, serangan udara Israel menewaskan ratusan warga Palestina di Kamp pengungsi Jabalia.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, mayoritas korban tewas dan terluka adalah perempuan dan anak-anak.
Pasukan Israel semakin agresif melakukan serangan baik udara maupun darat kepada warga Palestina. Tak hanya ambulans, pasukan Israel menggempur rumah sakit, toko roti, hingga kamp pengungsian.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qudra, mengatakan warga Palestina yang tewas mencapai 9.488 sejak perang pecah pada 7 Oktober lalu. Sebanyak 3.900 di antara korban tersebut merupakan anak-anak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8106 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5667 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2395 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan