Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perawat AS Soal Nakes RS Indonesia di Gaza: Mereka Pahlawan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang perawat asal Amerika Serikat menceritakan betapa hebatnya para tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.
Emily Callahan, perawat yang baru-baru ini dievakuasi dari daerah kantong tersebut, mengatakan bahwa nakes di RS Indonesia merupakan orang paling luar biasa yang pernah dia temui.
Bagaimana tidak, di saat situasi Gaza sedang kacau-kacaunya, para staf medis tetap gigih merawat pasien yang terus menerus datang ke rumah sakit. Mereka mengabaikan perintah untuk evakuasi ke selatan dan memilih tetap di utara untuk mengobati pasien.
"Saya ingin mengingatkan orang-orang bahwa mereka yang tertinggal adalah pahlawan. Mereka tahu mereka akan mati, dan mereka tetap memilih untuk tetap tinggal," kata Callahan, seperti dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu.
Callahan mengatakan nakes di Rumah Sakit Indonesia tidak gentar meski dirinya sudah mengabari bahwa ada perawat yang meninggal dunia kala Israel meledakkan ambulans di luar rumah sakit.
"Saya mengatakan: 'Kami kehilangan perawat di akhir pekan. Dia tewas saat ambulans di luar rumah sakit diledakkan," ujar Callahan.
Namun, dia justru menerima respons yang luar biasa mulia dari pekerja medis di RS Indonesia.
"Inilah komunitas kami, ini adalah keluarga kami. Ini adalah teman-teman kami. Jika mereka membunuh kami, kami akan mati demi menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin," kata para nakes di RS Indonesia, yang diceritakan Callahan.
Karena keteguhan hati para nakes, Callahan pun setiap hari berusaha memastikan tiap-tiap rekannya itu selamat dan masih hidup. Ia secara rutin mengirim pesan kepada mereka di pagi hari dan sebelum tidur untuk menanyakan kabar para pahlawan tersebut.
"Orang-orang Palestina yang bekerja dengan staf nasional kami, serta staf saya di Rumah Sakit Indonesia adalah orang paling luar biasa yang pernah saya temui dalam hidup saya," ucapnya.
Callahan sendiri bekerja dengan Doctors Without Borders dan tinggal di Gaza selama 26 hari, setelah konflik Israel dan milisi Hamas pecah 7 Oktober lalu. Dia dievakuasi dari Gaza pekan lalu.
Agresi Israel di Jalur Gaza sendiri sudah berlangsung selama satu bulan. Hingga kini, sebanyak 10.328 warga Palestina tewas, dengan 4.237 di antaranya adalah anak anak dan 2.719 lainnya adalah perempuan.
Di Gaza utara tempat RS Indonesia berada, ada tiga relawan warga negara Indonesia (WNI) yang memilih untuk tetap tinggal dan tidak dievakuasi demi membantu warga sipil di wilayah tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan