Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pos Rafah Perbatasan Gaza-Mesir Dibuka lagi Hari Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pos Rafah yang menjadi perbatasan Gaza dan Mesir dibuka kembali pada Minggu (12/11). Namun, mengutip dari Reuters, pos perbatasan itu dibuka terbatas hanya bagi pemegang paspor asing.
Belum ada penjelasan lebih detail terkait alasan hanya pemegang paspor asing saja yang boleh melintasi pos perbatasan paling selatan dari Gaza dan berbatasan dengan semenanjung Sinai, Mesir, tersebut.
Mengutip dari Aljazeera, penutupan pos perbatasan Rafah itu sebelumnya menyulitkan proses evakuasi bagi warga asing dan Palestina yang membutuhkan perawatan medis darurat. Penutupan itu dilakukan pada Jumat (10/11) lalu.
Pejabat Palestina dan sumber medis di Mesir mengatakan penutupan pos perbatasan itu telah menimbulkan masalah untuk evakuasi medis dari Gaza ke Rafah
Sementara itu, masih dikutip dari Aljazeera, Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan hanya ada tujuh dari 18 ambulans yang bisa beroperasi di Kota Gaza dan wilayah utara. Beberapa tak bisa dioperasikan karena ketiadaan bahan bakar.
Selain itu, ada pula yang rusak atau hancur karena menjadi target militer Israel. Hal itu pun membuat tim medis kesulitan untuk membawa korban darurat ke fasilitas kesehatan.
"Tim-tim kami meliat puluhan warga Palestina yang terbunuh atau terluka, dan mereka tak bisa mencapai mereka karena ambulans-ambulans menjadi target [serangan] dari militer Israel," demikian pernyataan resmi Bulan Sabit Merah Palestina.
Bukan hanya itu, sejumlah rumah sakit di Gaza pun dikepung tank dan militer Israel, termasuk di antaranya RS Al Quds, RS Al Shifa, dan RS Indonesia. Militer Israel (Israel Defense Force/IDF) mengklaim mereka mengepung fasilitas-fasilitas kesehatan itu karena digunakan milisi Hamas untuk bersembunyi.
Organisasi relawan Indonesia, Mer-C mendesak Presiden Jokowi membantu penyelamatan RS Indonesia yang menjadi target militer Israel di Gaza utara.
Mer-C menyatakan RS Indonesia di Gaza bagian utara merupakan aset bangsa Indonesia yang dibangun dari dana rakyat Indonesia. Namun, beberapa waktu terakhir, RS Indonesia dan juga sejumlah fasilitas kesehatan di Gaza dituding Israel menjadi tempat persembunyian milisi Hamas.
"Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia," demikian pernyataan mereka yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (11/11).
Sementara itu, Direktur RS Al-Shifa, Dr Mohammad Abu Salmiya, mengatakan ratusan orang terluka, termasuk bayi yang baru lahir, di fasilitas itu harus dievakuasi seiring kepungan militer Israel.
"Kami harus bekerja untuk memindahkan mereka yang terluka, dan saya sudah berbicara dengan Israel untuk hal ini. Kami siap dan akan memindahkan yang terluka dan bayi baru lahir serta pasien perawatan intensif ke tempat aman," kata dia dikutip dari Aljazeera, Minggu dini hari WIB.
Terpisah, juru bicara kepala militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan pihaknya akan mengevakuasi bayi-bayi yang 'terjebak' di dalam RS Al Shifa.
"Staf di RS Shifatelah meminta besok kami diminta menolong bayi-bayi di departemen pediatrik ke rumah sakit yang lebih aman. Kami akan memberikan bantuan yang dibutuhkan," ujar Hagari dalam konferensi pers, Sabtu waktu setempat.
Lebih lanjut, IDF membantah menembaki RS Al Shifa, melainkan terlibat bentrok dengan milisi Hamas yang ada di sekitarnya. IDF pun mengklaim warga bisa keluar masuk RS Al Shifa dengan mudah lewat sisi bagian timur RS tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang