Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Israel-Hamas Dikabarkan Sepakat 'Setop' Perang 5 Hari
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel dan Hamas disebut sepakat telah menyetujui kesepakatan sementara atau tentatif untuk membebaskan puluhan sandera dengan imbalan jeda pertempuran selama lima hari.
Sejumlah pejabat yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kesepakatan itu bakal dimulai beberapa hari ke depan jika tidak ada hambatan di waktu-waktu terakhir.
Kesepakatan tertuang dalam enam halaman poin hasil mediasi Amerika Serikat. Mengutip Washington Post, dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa semua pihak yang terlibat konflik akan membekukan operasi setidaknya lima hari.
Pada saat bersamaan, 50 atau lebih sandera akan dibebaskan setiap 24 jam.
Selain untuk pembebasan 50 sandera, jeda pertempuran juga dilakukan untuk memudahkan pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk bahan bakar, memasuki Gaza lewat Mesir.
Menurut laporan Washington Post, garis besar kesepakatan itu dibuat selama pembicaraan berminggu-minggu di Doha, Qatar dengan melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Hamas, yang secara tidak langsung diwakili oleh mediator Qatar.
Namun, hingga kini, masih belum jelas apakah Israel bakal setuju untuk menghentikan sementara serangannya di Gaza. Hal ini cuma bisa dilakukan jika kondisinya tepat.
Seorang juru bicara Kedutaan Besar Israel di Washington mengatakan pada Sabtu (18/11) malam bahwa pihaknya tak akan berkomentar mengenai aspek apa pun terkait situasi penyanderaan.
Sejak Israel meluncurkan agresi 7 Oktober lalu, lebih dari 100 negara, kecuali AS, menyerukan gencatan senjata penuh dan segera di Gaza. Desakan ini dilontarkan seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan nasib para tawanan dan banyaknya korban sipil yang berjatuhan di Palestina.
Menurut seseorang yang mengetahui situasi, kesepakatan jeda sementara ini pada dasarnya sulit diterima oleh Israel. Pasalnya, meski ada tekanan di dalam negeri yang menuntut Perdana Menteri Netanyahu memulangkan para sandera, ada pula suara-suara lantang yang meminta pemerintah tidak melakukan barter untuk pembebasan mereka.
Dalam pernyataan publik, Israel pun berulang kali menegaskan tak akan pantang menyerah untuk menggempur Gaza meski ditekan sedemikian rupa oleh komunitas internasional.
Pada Sabtu (18/11), Netanyahu berapi-api menyatakan bakal terus melanjutkan serangan di Gaza untuk mencapai tujuan mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3355 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1095 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 796 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan