Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Mer-C: Serangan Israel ke RS Indonesia Gaza Baru Permulaan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Petinggi organisasi relawan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) menilai serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza baru permulaan.
Ketua Presidium Mer-C Sarbini Abdul Murad mengungkapkan pernyataan Israel yang sempat menuduh RS Indonesia sebagai markas Hamas adalah dalih agar mereka bisa melancarkan serangan ke rumah sakit.
"Ini tentu daripada persiapan tentara Israel untuk menyerang ke rumah sakit. Maka hari ini, itu merupakan pemula yang dilakukan Israel," kata Sarbini saat konferensi pers di Kantor Pusat Mer-C pada Senin (20/11).
Sarbini meyakini akan ada skenario yang lebih buruk yang dilakukan Israel terhadap RS Indonesia.
"Israel akan masuk ke dalam membawa senjata dan meletakkan di bawah dan menuduh di RS Indonesia ada senjata. Jadi, arah-arahnya memang sudah menuju ke sana," kata Sarbini.
Dia juga khawatir peristiwa yang menimpa Rumah Sakit Al Shifa akan terjadi di RS Indonesia.
Rumah Sakit Al Shifa sempat digempur habis-habisan oleh Israel pada pekan lalu. Mereka mengerahkan tank dan penembak jitu untuk membunuh warga yang keluar dari rumah sakit tersebut.
Israel juga merangsek ke rumah sakit tersebut dan melepaskan tembakan hingga menyebabkan banyak orang tewas. Mereka menuduh Al Shifa menjadi markas Hamas. Bahkan, Israel mengklaim menemukan terowongan di RS Al Shifa yang menuju ke kediaman petinggi Hamas.
Di kesempatan tersebut, Sarbini juga mengimbau kepada komunitas internasional agar bisa menekan Israel dan menghentikan agresi mereka di Palestina.
"Karena seakan-akan Israel tidak bisa ditekan sehingga ada kebebasan dari Israel untuk melakukan apa saja," ujar Sarbini.
Israel melancarkan agresi sejak 7 Oktober lalu. Hari-hari setelah itu, serangan terus terjadi dan korban berjatuhan.
Selama agresi, pasukan Israel juga menyerang warga dan objek sipil seperti sekolah, tempat ibadah, hingga rumah sakit.
Sejauh ini, total korban tewas di Palestina akibat gempuran Israel mencapai 13.000.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan