Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sindir AS, Putin Ikut-ikutan Komentar Gencatan Senjata Israel-Hamas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin menuding gencatan senjata antara Israel dan milisi di Palestina, Hamas, kerap gagal lantaran monopoli Amerika Serikat.
Pernyataan itu terungkap saat Putin menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa BRICS secara virtual pada Selasa (21/11). Dia menyampaikan kekhawatiran soal ribuan korban tewas dan pengusiran paksa warga Palestina di Gaza.
"Faktanya, semua ini terjadi sebagai konsekuensi dari aspirasi Amerika Serikat untuk memonopoli peran mediasi dalam proses penyelesaian Palestina-Israel dan memblokir aktivitas mediator internasional Kuartet Timur Tengah," kata Putin, dikutip situs Kepresidenan Rusia.
Putin lalu mengatakan upaya untuk mencabut warga Palestina dari tanahnya atau "Palestinian knot" adalah hal yang tak bisa dilakukan dan kontraproduktif.
Dia juga menyebut sekutu dekat AS, Israel, menyabotase keputusan-keputusan PBB yang menyerukan pembentukan dua negara secara damai dalam kerangka solusi dua negara.
"Lebih dari satu generasi warga Palestina tumbuh dalam suasana ketidakadilan, dan Israel tak bisa sepenuhnya menjamin keamanan negara bagian mereka juga," ungkap Putin.
Putin juga menegaskan bahwa sikap Rusia konsisten dan tak bergantung dengan kondisi sesaat.
"Kami mendesak masyarakat internasional untuk bergabung dalam upaya yang bertujuan meredakan situasi, merundingkan gencatan senjata dan mencapai solusi politik terhadap konflik Palestina-Israel," ucap dia.
Negara-negara BRICS dan negara-negara di kawasan, lanjut dia, bisa memainkan peran penting dalam upaya ini.
Israel meluncurkan agresi ke Palestina sejak 7 Oktober. Mereka juga mendeklarasikan perang untuk melawan milisi Hamas.
Setelah 47 hari gempur Palestina, Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata empat hari yang dimediasi Qatar tepatnya pada Selasa.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut kesepakatan itu mencakup pertukaran sandera di Israel dan Gaza.
Dari Gaza, sebanyak 50 sandera perempuan dan anak-anak Israel akan dibebaskan, sementara sejumlah perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel juga akan dilepas.
Di kesepakatan itu juga memuat kemungkinan konvoi bantuan kemanusiaan termasuk bahan bakar dalam jumlah besar ke Gaza.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan