Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putin Kirim Kanibal Pemuja Setan Untuk Berperang di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung hingga kini. Bahkan kini Presiden Vladimir Putin mengerahkan pasukan yang berisi anggota sekte setan dan kanibal ke medan perang.
Seorang pria Rusia yang dijatuhi hukuman dua dekade penjara akibat membunuh empat remaja dalam sebuah "ritual" telah diampuni Putin sebagai imbalan atas partisipasinya dalam perang di Ukraina.
Nikolai Ogolobyak, yang mengaku sebagai anggota sekte setan, dijatuhi hukuman pada Juli 2010 atas tuduhan pembunuhan, perampokan, dan merusak mayat.
Menurut dokumen pengadilan yang dikutip oleh media Rusia 76.ru, anggota sekte tersebut menggoreng dan memakan organ tubuh korbannya di apartemen Ogolobyak pada 2008.
Ayahnya mengatakan bahwa Ogolobyak bertugas selama enam bulan di unit "Storm Z" Rusia yang terkenal kejam, yang digunakan Rusia untuk melakukan serangan lokal di garis depan di Ukraina.
"Ini benar. Dia bertugas di sana selama enam bulan di Storm Z. Setelah terluka, dia menjadi cacat. Dia bisa berjalan, tapi lukanya serius," kata ayah Ogolobyak, dikutip dari Newsweek, Rabu (22/11/2023).
Dia menambahkan bahwa kecil kemungkinan anaknya akan dikirim untuk berperang di Ukraina lagi karena luka-lukanya. Ayah Ogolobyak juga mengatakan anaknya kembali dari Ukraina pada 2 November dan saat ini tinggal bersama ibunya.
Rusia dilaporkan telah merekrut banyak orang dari penjara selama berbulan-bulan sebagai upaya membantu upaya perangnya di negara tetangga, Ukraina.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada Mei bahwa militer Rusia telah "meningkatkan" perekrutan narapidana tahun ini, namun upaya tersebut tidak mampu mengimbangi jumlah korban di Ukraina.
Selain Ogolobyak, Putin juga memberikan pengampunan pada Vladislav Kanyus, seorang pria yang dihukum dalam pembunuhan mantan pacarnya yang berusia 23 tahun. Dia dijatuhi hukuman 17 tahun penjara pada Juli lalu dengan keamanan maksimum atas pembunuhan Vera Pekhteleva di Kemerovo, Siberia, pada tahun 2020.
Menurut situs investigasi Rusia, Agentstvo, setidaknya 17 orang yang melakukan pembunuhan tingkat tinggi termasuk Kanyus, diberikan pengampunan untuk berperang di Ukraina pada 2022 dan 2023.
Publikasi tersebut mengatakan bahwa semua pembunuh tersebut mengambil bagian dalam perang di Ukraina, dan beberapa di antaranya kembali melakukan kejahatan setelah kembali ke Rusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan