Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Bangunan hingga Kantor Dicat Warna Parpol, Jokowi: Enggak Sambung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bangunan-bangunan yang ada di sebuah kota dipaksakan untuk dicat dengan warna dasar partai politik asal wali kota yang sedang memimpin.
Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan pengalamannya berkunjung ke kota-kota di Indonesia selama ini.
Baca juga:
Senyum Lebar Jokowi Respons Isu Gabung PAN
"Saya kadang kalau masuk ke tiap kota, dari sisi catnya saja saya sudah tahu ini dari partai apa. Masa warna partai masuk ke kota. Enggak sambung kan. Tapi dipaksakan, karena pemimpinnya dari partai," kata Jokowi di acara Munaslub APEKSI di Kota Bogor, Jawa Barat yang disiarkan di Youtube Setpres, Jumat (15/12).
Meski begitu, Jokowi tak merinci kota dan dari partai mana wali kota yang kerap mengecat bangunan di kotanya itu seperti warna partai asalnya.
Jokowi hanya mencontohkan jika seorang wali kota berasal dari parpol yang memiliki dasar warna ungu, maka kantor-kantor Pemkot juga dicat dengan warna ungu.
"Saya enggak sebut partai apa. Tapi partai A. Wah langsung catnya ungu, enggak menyinggung. Wah enggak sambung, kantor-kantornya Pemkot juga dicat ungu. Ini apa toh ini," kata Jokowi.
"Saya hampir tiap hari sih ke daerah. 'Oh ini dari partai ini, wali kotanya ini dari partai ini'. Termasuk baju yang kita pakai sekarang ini," tambahnya sambil disambut tawa partisipan.
Jokowi dalam acara Munaslub Apeksi ini mengenakan baju batik berwarna biru. Sementara acara Munaslub Apeksi digelar di Kota Bogor yang dipimpin oleh Wali Kota Bima Arya yang merupakan kader PAN.
Di sisi lain, Jokowi menyinggung kota harus didesain semuanya sejak awal dan harus ada keberlanjutan dari tiap para pemimpinnya. Sehingga, tiap pemimpin yang memimpin tak melulu mengganti pelbagai program yang sudah berjalan dengan baik.
"Ada konsistensi dari tiap kepemimpinan, tidak gonta ganti program, tidak gonta ganti acara. Kayak pompa bensin kita nanti. Dari nol terus dari TK sudah sampai SMA balik lagi ke TK. Sudah sampai SMP balik lagi ke SD. Karena kita tak miliki perencanaan kota yang detail," kata dia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 883 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 750 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 566 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 533 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik