Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
De Gadjah Respons Gibran Kerap Dinyinyir: Mau Pilih yang Beretika Tapi Maling?
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah merespons ketika Gibran Rakabuming dicibir warganet saat Debat Capres beberapa waktu lalu.
Saat itu Gibran yang mendampingi Prabowo Subianto dianggap melanggar etika karena memanasi pendukung saat debat capres. Menurut De Gadjah, Gibran saat itu dinilai bersemangat dan dilakukan secara spontan.
Baca juga:
Baliho Caleg Gerindra Terbakar di Setra, De Gadjah: Senyumin Aja, Pasang Lebih Banyak Lagi
"Saya rasa itu tidak menyalahi etika dan aturan. Yang pasti Mas Gibran itu bersih tidak ada kasus korupsi, masih bisa dibina kedepannya untuk menjadi pemimpin hebat untuk Indonesia," ungkap De Gadjah, Sabtu (16/12/23).
Sosok Gibran, kata dia merupakan representatif kepemimpinan responsif yang akrab, mencerminkan kebutuhan generasi muda Indonesia saat ini. Selain itu, gaya politik demokrasi partisipatif yang ditonjolkannya dianggap mampu mendorong anak muda aktif melalui narasi positif tentang masa depan Indonesia.
"Saya rasa Pak Prabowo sudah sangat tepat memilih sosok pendamping masa depan," ujar Ketua DPD Gerindra Bali itu.
Lebih lanjut ia menjelaskan, menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, sejauh ini sikap Gibran telah menunjukkan kelayakannya menjadi seorang Cawapres dimana kesabarannya terhadap kritik dinilai mampu menginspirasi generasi muda lain untuk tidak apatis dengan dunia politik tanah air.
Representasi Gibran juga telah memberikan dampak positif bagi De Gadjah. Dari Gibran, ia belajar bagaimana menekankan tentang pentingnya bersikap adil dalam berpikir dengan merangkul keberagaman, menghentikan narasi kebencian dan lebih mengutamakan diskusi yang konstruktif.
"Penting untuk diingat bahwa tua itu pasti, namun dewasa belum tentu. karena negeri ini harus dipimpin oleh pemimpin yang memiliki pola pikir dewasa untuk Indonesia maju. Sekarang kembali ke masyarakat, lebih memilih pemimpin muda dengan kreativitas dan inovasi atau memilih yang beretika baik hati tapi maling? Saya rasa masyarakat Bali khususnya sudah sangat cerdas dalam menentukan," tegas De Gadjah.
Baca juga:
Prabowo-Gibran Menang, De Gadjah: Sampah TPA Suwung Diolah Jadi Listrik Plus Wisata Rekreasi
Ia berharap, kedepan masyarakat Bali pada khususnya mampu bijak dalam menentukan pilihan hati untuk kemajuan Indonesia. Jangan sampai, opini-opini negatif yang terbangun sebagai dinamika politik jelang Pemilu 2024 mempengaruhi masyarakat untuk menentukan arah kebijakan bangsa.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1570 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1395 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun