Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Pakai Dasi Kuning, Jokowi Mengaku Nyaman dengan Golkar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku nyaman dengan Partai Golkar. Hal itu ia sampaikan merespons pernyataan Politikus Partai Golkar Ravindra Airlangga tentang dasi kuning.
Jokowi tak banyak komentar tentang dasi kuning yang ia pakai saat berangkat ke Jepang. Namun, ia menjawab singkat saat ditanya apakah nyaman dengan Golkar.
"Nyaman," kata Jokowi sambil terkekeh usai meresmikan Jembatan Otista, Bogor, Selasa (19/12).
Jokowi tertawa dan membuat lelucon tentang dasi untuk wartawan. Dia berkata hari ini sedang tak memakai dasi.
"Sekarang enggak pakai dasi. Sekarang enggak pakai dasi," ucap Jokowi dibalut tawa.
Sebelumnya, Jokowi memakai dasi berwarna kuning saat hendak berkunjung ke Jepang. Ia biasanya mengenakan dasi merah dalam lawatan-lawatan kenegaraan.
Jokowi tak menerangkan maksud penggunaan dasi kuning dalam lawatan ke Jepang. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut Jokowi memakai dasi mana saja yang sedang tersedia.
Politikus Partai Golkar Ravindra Airlangga membaca gaya pakaian Jokowi itu secara politis. Dia menilai dasi kuning menunjukkan Jokowi nyaman dengan Golkar.
"Ini kode dari Pak Jokowi. Biasanya, kan, beliau mengenakan dasi warna lain, sekarang berubah kuning. Buat kami partai kuning (Golkar), ini kode Pak Jokowi menunjukkan kenyamanan dengan filosofi Golkar," kata Ravindra dilansir Antara, Senin (18/12).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan