Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Karangan Bunga ke TNI Bermunculan di Tengah Kasus Penganiayaan Relawan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Karangan Bunga ke TNI Bermunculan di Tengah Kasus Penganiayaan Relawan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sejumlah karangan bunga yang memberikan dukungan kepada TNI bermunculan di sudut Kota Boyolali, Jawa Tengah, usai insiden penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud oleh personil Kompi B Yonif Raider 408/Suhbrastha Boyolali, Sabtu (30/12) lalu.
Karangan bunga mulai muncul pada Minggu (1/1) di dekat Asrama Kompi, dekat Kantor KPU Boyolali dan memanjang hingga perlintasan lampu merah Sonolayu.
Beberapa tulisan di karangan bunga adalah sebagai berikut :
Suara Bising Bikin Pusing (Aku Mendukungmu)
Sampun Leres Pak - Boyolali Anti Wer-Wer
TNI Mewakili Perasaan Masyarakat Boyolali
We Love U Pak Tentara - Warga Boyolali Cinta Damai
TNI YES, Provokasi NO
Dibelakang TNI Ada Rakyat
Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo menyebut karangan bunga tersebut bermunculan secara tiba-tiba dan tidak diketahui siapa pengirimnya.
"Tiba-tiba saja pada bermunculan, kami juga tidak tahu dari siapa. Tapi lihat tulisan-tulisannya, kami sikapi dengan bijak sebagai bentuk rasa simpati", ujar Wiweko kepada, Selasa (2/12).
Wiweko menegaskan bila yang terpenting adalah suasana kebatinan anggota Yonif 408 saat ini tetap fokus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Yang terpenting pesan yang disampaikan adalah untuk kedamaian dan tidak kontraproduktif untuk memprovokasi sehingga berdampak negatif terhadap situasi dan kondisi keamanan di wilayah," tegas Wiweko.
Kondisi yang sama juga dirasakan ketika pihak penyidik menetapkan 6 personil Yonif 408 sebagai tersangka penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud.
"Aktivitas di Markas Yonif 408 tetap berjalan seperti biasa. Pastinya, menjadi koreksi bagi institusi TNI", terang Wiweko.
Dari pengamatan CNN Indonesia, beberapa warga Boyolali memang merasa terganggu dengan suara blayeran motor berknalpot brong pada Sabtu lalu, sehingga tak sedikit bila ada yang mendukung sikap tegas anggota TNI yang dianggap mewakili masyarakat.
"Yang lagi kampanye, siapapun, jangan seperti kemarin, tolong tertib, ada adzan ya istirahat jeda dulu, jangan pakai knalpol brong karena sangat mengganggu", ujar Kasno, warga.
"Kalau saya tak benerke, wong ya memang ganggu suaranya. Kalau TNI begitu ya memang tugasnya, wong ya ngayomi masyarakat", kata Sutrisno, warga.
"Memang mungkin dianggap kejam, terlalu ekstrem, keras. Tapi gimana lagi, kalau yang mendengarkan langsung ya mesti jengkel, meresahkan lho ini", kata Sutanto.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 538 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 395 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan