Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bersumpah Perangi Korsel, Korut Bakal Genjot Kekuatan Militer
BERITABALI.COM, DUNIA.
Saudara perempuan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menyatakan Pyongyang bakal menggenjot kemampuan militer berkat "komitmen" Korea Selatan.
Dalam pesan Tahun Baru kepada Presiden Korsel Yoon Suk Yeol, Kim Yo Jong mengatakan bahwa Korut "dengan sepenuh hati" menyambut komitmen Yoon untuk melawan ancaman Pyongyang.
"Saya dengan sepenuh hati menyambut pengumuman Presiden Yoon tentang komitmennya untuk memberikan kontribusi unik bagi kemajuan pesat kekuatan militer negara kita di tahun baru," kata Kim Yo Jong, seperti dikutip kantor berita Korut, KCNA.
Kim menyinggung pidato tahun baru Yoon yang menegaskan bahwa Seoul akan "merampungkan" kerja sama militer dengan Amerika Serikat pada Juni tahun ini.
Yoon menegaskan bakal menghilangkan seluruh ancaman nuklir dan rudal yang ditimbulkan Korea Utara.
Pemerintahan Korsel sendiri sudah mulai menerapkan lagi kebijakan keras terhadap Korut. Seoul menetapkan kembali Pyongyang sebagai 'musuh utama' mereka dalam dokumen pertahanannya, sebuah istilah yang telah dihapus pada masa pemerintahan Moon Jae In.
"Semata-mata karena Presiden Yoon, bahwa ketidakstabilan keamanan telah menjadi kenyataan sehari-hari di Republik Korea," kata Kim Yo Jong, seperti dikutip Radio Free Asia.
"Kami juga telah mengidentifikasi dengan jelas siapa musuh sebenarnya, sehingga memungkinkan kami untuk mempertajam sikap oposisi kami, seperti tombak yang tertutup es," ucap Kim Yo Jong.
Profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, Yang Moo Jin, mengatakan pesan Kim Yo Jong dapat ditafsirkan sebagai tanggapan Korut atas pidato Tahun Baru Yoon.
"Korea Utara secara eksplisit menyatakan kebutuhan dan validitas penguatan kemampuan nuklirnya sebagai reaksi terhadap pendekatan garis keras Yoon," kata Yang.
"Ini menandakan respons yang kuat terhadap tindakan pencegahan Korsel yang diperluas terhadap Korea Utara. Latihan militer gabungan Korsel-AS yang direncanakan bulan Maret, sebelum pemilihan umum pada April, diperkirakan akan menjadi titik krusial," lanjut dia.
Beberapa waktu terakhir, Korut dan Korsel panas terutama setelah Pyongyang meluncurkan satelit mata-mata pertama pada November lalu.
Peluncuran itu membuat Seoul geram dan memutuskan untuk menangguhkan sebagian perjanjian militer 2018 antar Korea yang bertujuan meredam ketegangan.
Pyongyang tak terima. Mereka pun membatalkan perjanjian kedua negara.
Korut juga bersumpah tak akan mau lagi menjalin perjanjian dengan Korea Selatan dan mulai menggenjot program nuklir untuk 'persiapan perang'.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan