Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Begal Mobil di Sayan Ubud Nekat Beraksi, Diduga Pengaruh Obat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kasus begal yang menimpa driver online Kadek Pratama pada Rabu malam (3/1/2024) masih ditangani Polres Gianyar. Kini, tiga pelaku, yakni Wisnu Agung dan dua remaja inisial MA dan ADE beserta barang bukti mobil masih diamankan polisi.
Dari hasil penyelidikan, terkuak fakta jika aksi nekat yang dilakukan oleh Wisnu Agung diduga dipicu oleh pengaruh obat-obatan. "Ya, dia beraksi di bawah pengaruh obat," ujar Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Gananta, Jumat (5/1/2024).
Akan tetapi, pihak kepolisian belum bisa memastikan obat apa yang membuat pelaku asal Jember, Jawa Timur itu sampai nekat membegal mobil. "Masih kami dalami, pelaku perlu pemulihan," jelas dia.
Dikatakan bahwa Wisnu Agung sendiri merupakan otak dari aksi nekat pada Rabu malam di depan pasar Sayan Ubud itu. Wisnu bersama dua rekan remajanya merupakan buruh proyek vila di Singakerta.
Awalnya, mereka memang sengaja jalan ke pasar Sayan. Di pulangnya, Wisnu Agung memesan taksi online.
Muncullah Avanza putih yang dikemudikan oleh Kadek Pratama. Di dalam mobil, tanpa basa-basi, Wisnu Agung langsung menganiaya. Merasa terancam, sopir memilih loncat dan mobil terperosok ke tanah becek
Sedangkan, tiga pelaku terjebak di dalam mobil. Karena sopir minta tolong warga di pasar, maka warga mendatangi mobil putih itu dan mengerumuni. Tiga pelaku yang tak berani keluar memilih mengunci diri di mobil.
Hingga akhirnya tak lama kemudian, polisi tiba dan melakukan negosiasi. Akhirnya tiga pelaku ditangkap lalu dibawa ke Polsek Ubud. Bukanya bubar, massa mengikuti pelaku sampai ke Polsek. Demi keamanan, tiga pelaku diamankan ke Polres Gianyar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun