Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Waspada, Gelombang Laut 2,5 Meter di Perairan Selatan Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat diimbau dalam tiga hari ke depan, yakni mulai Minggu (14 Janauri) hingga Selasa (16 Januari) dengan hadirnya tinggi gelombang laut di perairan selatan Bali yang masih berpotensi hingga 2,5 meter.
Begitu juga di Selat Bali maupun Selat Lombok potensi tingginya sama sampai 2,5 meter.
"Di perairan selatan Bali tinggi gelombang laut berpotensi berkisar 1 hingga 2,5 meter, sedangkan di Selat Bali dan Selat Lombok berkisar 0,5 hingga 2,5 meter," tulis Kepala BMKG Wilayaah III Denpasar, Cahyo Nugroho dalam keterangannya yang diterima Minggu, 14 Januari 2024.
Dari potensi gelombang tinggi tersebut, pihaknya pun mengimbau kepada nelayan, pelaku kegiatan wisata bahari serta masyarakat umum agar lebih waspada. Selain itu juga ditekankan agar masyarakat selalu memperhatikan informasi dari BMKG khususnya dalam hal peringatan dini cuaca/iklim ekstrem.
Terkait kondisi cuaca, BMKG Denpasar memprediksi ada potensi turun hujan ringan secara tidak merata di wilayah Bali bagian Barat, tengah dan Timur. Selain itu, tiupan angin dari arah Barat Daya ke arah Barat diperkirakan berkisar 4 hingga 40 km/jam. (sumber: metrotvnews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2973 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun