Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Vertigo Kumat, Wayan Jatuh ke Jurang, Jasadnya Nyangkut di Pohon
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Nahas dialami oleh Wayan Bakta (65) yang diduga mengalami vertigo, ia ditemukan jatuh ke jurang dalam kondisi tewas. Jasadnya, saat ditemukan dalam kondisi nyangkut di pohon pada Senin (15/1/2024) pukul 21.45 di tegalan Banjar Tegal, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar.
Awalnya Wayan Bakta dicari keluarga karena tidak pulang ke rumahnya. Keluarga berusaha mencari kesana kemari sembari bertanya kepada tetangganya.
Karena dikhawatirkan, maka keluarga mencari korban ke tegalan di belakang rumahnya. Ternyata, pihak keluarga yang mencari menggunakan senter dikagetkan dengan sosok nyangkut di pohon di bawah jurang.
Terkait jatuhnya korban dibenarkan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta. "Warga melakukan evakuasi," jelas dia.
Sementara itu, warga yang berhasil mengevakuasi korban langsung membawanya ke rumah sakit. Sayangnya, di rumah sakit, korban yang tampak lemas dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Gianyar, Kompol Gede Sudyatmaja menyatakan kedalaman jurang itu sekitar 8 meter. Tubuh korban jatuh itu nyangkut di pohon setinggi 5 meter. "Pada leher terdapat bekas lebam akibat tersangkut di ranting pohon dan luka robek pada hidung. Tidak ada tanda kekerasan disengaja," jelas dia.
Terkait kejadian nahas itu, pihak keluarga telah merelakan kepergian Wayan Bakta. Pihak keluarga mengakui musibah itu karena korban punya riwayat sakit vertigo yang sewaktu-waktu bisa kumat. "Keluarga sudah buat surat pernyataan menerima sebagai musibah," tutup dia.
Selanjutnya, jenazah Wayan Bakta diserahkan kepada pihak keluarga. Untuk kemudian dilakukan upacara secara adat Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun