Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kim Jong Un Robohkan Monumen Reunifikasi Korut-Korsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un disebut menghancurkan monumen reunifikasi yang melambangkan cita-cita menyatukan kembali Korea Utara dan Korea Selatan.
Menurut analisis citra dari situs berita pemantau Korut, NK News, Kim Jong Un tampaknya telah menghancurkan monumen besar di Pyongyang.
"Monumen Tiga Piagam Reunifikasi Nasional tampak hilang dalam gambar resolusi menengah Planet Labs yang diambil pada Selasa pagi, meskipun tidak jelas kapan atau bagaimana tepatnya gambar tersebut hilang," demikian laporan NK News, Selasa (23/1).
Monumen itu terakhir terlihat berdiri dalam citra satelit yang diambil pada 19 Januari. NK News menduga monumen itu sudah hilang pada 22 Januari.
Namun, gambar citra satelit dari perlintasan kereta api antar-Korea di Kaesong tak secara jelas menunjukkan ada pekerjaan skala besar untuk menghancurkan rel tersebut.
Citra dengan resolusi lebih tinggi atau foto darat yang diambil dari selatan perbatasan mungkin bisa menjelaskan status tersebut.
Laporan penghancuran monumen ini muncul usai Kim Jong Un menegaskan Korut resmi menutup pintu rekonsiliasi dengan Korsel saat rapat dengan parlemen pada pekan lalu.
Dikutip NK News, Kim Jong Un menyebut monumen itu "merusak pandangan". Ia juga memerintah monumen tersebut "dihapus seluruhnya."
Pemimpin Korut ini juga menganggap reunifikasi dengan Korsel sudah tak memungkinkan. Dia bahkan menyalahkan pemerintah Negeri Ginseng yang menyebabkan upaya unifikasi hancur.
Monumen reunifikasi menggambarkan dua perempuan berpakaian tradisional Korea. Mereka memegang lambang garis besar seluruh Semenanjung Korea.
Monumen ini terbuat dari 740 batu bermutu tinggi yang dikirim dari dalam dan luar negeri.
Simbol reunifikasi ini berdiri di atas Jalan Thongil (Unifikasi) di barat daya Pyongyang. Jalan tersebut menghubungkan ibu kota Korut ke Kaesong dan menyeberang ke Korsel.
Monumen ini juga tersebut memiliki tinggi sekitar 100 kaki atau 30 meter dan lebar 200 kaki atau 61,5 meter.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2765 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun