Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kim Jong Un Robohkan Monumen Reunifikasi Korut-Korsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un disebut menghancurkan monumen reunifikasi yang melambangkan cita-cita menyatukan kembali Korea Utara dan Korea Selatan.
Menurut analisis citra dari situs berita pemantau Korut, NK News, Kim Jong Un tampaknya telah menghancurkan monumen besar di Pyongyang.
"Monumen Tiga Piagam Reunifikasi Nasional tampak hilang dalam gambar resolusi menengah Planet Labs yang diambil pada Selasa pagi, meskipun tidak jelas kapan atau bagaimana tepatnya gambar tersebut hilang," demikian laporan NK News, Selasa (23/1).
Monumen itu terakhir terlihat berdiri dalam citra satelit yang diambil pada 19 Januari. NK News menduga monumen itu sudah hilang pada 22 Januari.
Namun, gambar citra satelit dari perlintasan kereta api antar-Korea di Kaesong tak secara jelas menunjukkan ada pekerjaan skala besar untuk menghancurkan rel tersebut.
Citra dengan resolusi lebih tinggi atau foto darat yang diambil dari selatan perbatasan mungkin bisa menjelaskan status tersebut.
Laporan penghancuran monumen ini muncul usai Kim Jong Un menegaskan Korut resmi menutup pintu rekonsiliasi dengan Korsel saat rapat dengan parlemen pada pekan lalu.
Dikutip NK News, Kim Jong Un menyebut monumen itu "merusak pandangan". Ia juga memerintah monumen tersebut "dihapus seluruhnya."
Pemimpin Korut ini juga menganggap reunifikasi dengan Korsel sudah tak memungkinkan. Dia bahkan menyalahkan pemerintah Negeri Ginseng yang menyebabkan upaya unifikasi hancur.
Monumen reunifikasi menggambarkan dua perempuan berpakaian tradisional Korea. Mereka memegang lambang garis besar seluruh Semenanjung Korea.
Monumen ini terbuat dari 740 batu bermutu tinggi yang dikirim dari dalam dan luar negeri.
Simbol reunifikasi ini berdiri di atas Jalan Thongil (Unifikasi) di barat daya Pyongyang. Jalan tersebut menghubungkan ibu kota Korut ke Kaesong dan menyeberang ke Korsel.
Monumen ini juga tersebut memiliki tinggi sekitar 100 kaki atau 30 meter dan lebar 200 kaki atau 61,5 meter.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan