Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Indeks Kota Toleran di Denpasar Terus Melorot Jadi Sorotan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Capaian Indeks Kota Toleran (IKT) di Denpasar yang mengalami penurunan disoroti. Pernah menduduki peringkat ketiga, posisi Kota Denpasar terus melorot semenjak beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang diliris Setara Institut itu, pada tahun 2017 Kota Denpasar berada pada urutan ke-25, dan di tahun 2018 berada pada ranking 24. Pada tahun berikutnya pun juga tak jauh beda.
Bahkan, Denpasar tertinggal dengan Kota Ambon yang pernah dilanda kerusuhan bermuatan SARA (Suku Ras dan Agama) pada tahun 1999 dan 2001 yang menyebabkan ratusan korban jiwa meninggal. Ibu Kota Provinsi Maluku ini sejak tahun 2017 selalu masuk 10 Kota Paling Toleran di Indonesia. Terakhir, pada tahun 2021 berhasil menempati ranking ke-7.
Hal ini menjadi perhatian tokoh muslim di Bali H Mardi Soemitro. H Mardi yang saat ini masih menjabat Bendahara Umum Majelis Umat Islam (MUI) Bali bersama beberapa tokoh ulama lainnya ini menginisiasi gerakan sosial masyarakat tanpa sekat.
Bahkan terkait penurunan IKT di Kota Denpasar ini, pihaknya sudah intens berkomunikasi dengan pimpinan eksekutif dan juga Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Dalam gerakan sosial tersebut, H Mardi telah melakukan upaya untuk merajut toleransi sejak awal pandemi dengan berkolaborasi menciptakan program-program yang bermanfaat tidak hanya untuk umat muslim namun lintas agama. Ada empat sektor yang disasar yakni kegiatan utama di sektor ekonomi umat atau ekonomi UMKM, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
"Ada 200 rombong usaha gratis sejak pandemi awal, modal usaha yang kita bagikan. Selain itu ada pendampingan wira usaha," ungkap H Mardi yang juga sebagai Ketua asosiasi pengusaha muslim Bali, Semangat Bersama Indonesia (Sebar).
Tidak hanya itu, pihaknya juga menggagas ATM beras bagi warga yang kurang mampu secara umum. "Kami minta kelian dinas dan adat untuk daftar warga yang tidak mampu. Kita bantu ada 15 ATM beras gratis untuk 100 KK dengan alokasi 16 liter per KK setiap tahun itu berkesinambungan," jelasnya.
Dari semangat kolaborasi antar beragama itulah, Wali Kota Denpasar sempat mengapresiasi. Lebih jauh, dari kolaborasi itu tumbuh semangat untuk memperjuangkan aspirasi ini dengan memperluas kapasitas dengan mengusung pihaknya sebagai anggota DPRD provinsi Bali daerah pemilihan (dapil) kota Denpasar nomor urut 1 dari Partai Gelora.
"Semangat itulah yang memotivasi saya siap didorong proses pencalegan ini karena dilihat kapasitas itulah yang memungkinkan untuk kebersamaan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang