Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Harga Bagus, Petani Garam Desa Baturinggit Malah Setop Produksi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Harga jual garam hasil produksi kelompok petani di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem sempat menembus Rp10 ribu per kilogramnya pada pertengahan tahun 2023 lalu.
Hanya saja, seiring tibanya musim penghujan pada awal tahun 2024 ini di Kabupaten Karangasem sehingga membuat para petani untuk sementara menghentikan produksi garam mereka dan beralih bercocok tanam di kebunnya.
Perbekel Desa Baturinggit, I Gede Putu Telantik tak menampik kondisi tersebut, menurutnya petani garam di Desa Baturingit bisa dikatakan sebagai petani musiman, dimana ketika musim kemarau petani beralih membuat garam sedangkan ketika musim hujan mereka beralih untuk bercocok tanam.
"Hampir semua disini petani musiman, berhubung sekarang sudah mulai musim hujan para petani garam beralih untuk bercocok tanam, ketika nanti musim kemarau tiba mereka kembali membuat garam," ujar Telantik saat dihubungi, Jumat (2/2/2024).
Ada dua kelompok petani yang selama ini memproduksi garam di wilayah Desa Baturinggit dengan menggunakan sistem tradisional. Anggota kedua kelompok tersebut sekitar 20 orang. Dalam waktu 7 hari, satu orang petani mampu menghasilkan 1 sampai 1,5 kwintal garam.
Baca juga:
Petani Garam Tradisional Di Daerah Kusamba
Untuk garam yang dihasilkan oleh petani selama ini dibeli oleh tengkulak. Harganya pun kata Telantik cukup bagus, pada bulan Mei hingga Agustus 2023 harga garam tembus Rp10 ribu per kilogramnya. Namun seiring banyaknya produksi harga sedikit rurun hingga terakhir menjadi Rp6 ribu per kilogramnya.
"Untuk harganya lumayan bagus, tapi naik turun, terakhir harganya Rp6 ribu karena hasil produksi banyak, biasanya harga garan kembali bagus pada saat musim hujan karema hanya sedikit petani yang memproduksi garam," terangnya.
Selama ini, para petani garam di Desa tersebut masih menggunakan sistem manual, belakangan pekerjaan petani sedikit diringankan setelah adanya bantuan alat untuk menyedot air laut. Disamping itu, garam Baturinggit saat ini sedang dalam proses pengujian lab oleh salah satu perusahaan yang sedang menjajaki kerja sama denga petani garam di Desa Baturinggit.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan