Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Harga Bagus, Petani Garam Desa Baturinggit Malah Setop Produksi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Harga jual garam hasil produksi kelompok petani di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem sempat menembus Rp10 ribu per kilogramnya pada pertengahan tahun 2023 lalu.
Hanya saja, seiring tibanya musim penghujan pada awal tahun 2024 ini di Kabupaten Karangasem sehingga membuat para petani untuk sementara menghentikan produksi garam mereka dan beralih bercocok tanam di kebunnya.
Perbekel Desa Baturinggit, I Gede Putu Telantik tak menampik kondisi tersebut, menurutnya petani garam di Desa Baturingit bisa dikatakan sebagai petani musiman, dimana ketika musim kemarau petani beralih membuat garam sedangkan ketika musim hujan mereka beralih untuk bercocok tanam.
"Hampir semua disini petani musiman, berhubung sekarang sudah mulai musim hujan para petani garam beralih untuk bercocok tanam, ketika nanti musim kemarau tiba mereka kembali membuat garam," ujar Telantik saat dihubungi, Jumat (2/2/2024).
Ada dua kelompok petani yang selama ini memproduksi garam di wilayah Desa Baturinggit dengan menggunakan sistem tradisional. Anggota kedua kelompok tersebut sekitar 20 orang. Dalam waktu 7 hari, satu orang petani mampu menghasilkan 1 sampai 1,5 kwintal garam.
Baca juga:
Petani Garam Tradisional Di Daerah Kusamba
Untuk garam yang dihasilkan oleh petani selama ini dibeli oleh tengkulak. Harganya pun kata Telantik cukup bagus, pada bulan Mei hingga Agustus 2023 harga garam tembus Rp10 ribu per kilogramnya. Namun seiring banyaknya produksi harga sedikit rurun hingga terakhir menjadi Rp6 ribu per kilogramnya.
"Untuk harganya lumayan bagus, tapi naik turun, terakhir harganya Rp6 ribu karena hasil produksi banyak, biasanya harga garan kembali bagus pada saat musim hujan karema hanya sedikit petani yang memproduksi garam," terangnya.
Selama ini, para petani garam di Desa tersebut masih menggunakan sistem manual, belakangan pekerjaan petani sedikit diringankan setelah adanya bantuan alat untuk menyedot air laut. Disamping itu, garam Baturinggit saat ini sedang dalam proses pengujian lab oleh salah satu perusahaan yang sedang menjajaki kerja sama denga petani garam di Desa Baturinggit.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun