Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Houthi Gempur Laut Merah Lagi Pakai Rudal, 1 Kapal Rusak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Milisi Houthi Yaman kembali melancarkan serangan ke Laut Merah dengan menembakkan enam rudal ke perairan itu pada Selasa (6/2). Rudal-rudal tersebut jatuh di dekat dua kapal komersil yang sedang berlayar.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) melaporkan Houthi meluncurkan rudal-rudal itu sekitar pukul 01.45 dini hari hingga 16.30 waktu setempat.
Rudal-rudal tersebut jatuh dekat kapal logistik milik Yunani berbendera Kepulauan Marshall, MV Star Nasia, dan kapal milik Inggris berbendera Barbados, MV Morning Tide.
Kedua kapal itu sedang berlayar di perairan itu saat serangan terjadi hingga membuat Kapal MV Star mengalami kerusakan.
Dalam rilis resmi, Centcom mengatakan tiga dari enam rudal menyasar kapal MV Star Nasia.
Dua dari tiga rudal meledak di dekat kapal. Sementara itu, satu rudal lain berhasil ditembak jatuh pasukan AS.
"Sekitar pukul 03.20 waktu setempat, MV Star Nasia melaporkan ada sebuah ledakan dekat kapal yang menyebabkan kerusakan kecil," demikian menurut militer AS, di X.
Mereka lalu berujar, "Namun, tak ada korban luka."
Lebih lanjut, Centcom menerangkan sekitar pukul 14.00, rudal lain menghantam perairan dekat kapal. Namun, serangan itu tak menyebabkan kerusakan atau korban.
Lalu pada pukul 16.30 waktu setempat pasukan USS Laboon berhasil mencegat dan menembak rudal ketiga di dekat kapal MV Star Nasia.
Meski sempat mengalami kerusakan, kapal tersebut tetap melanjutkan perjalanan.
Centcom juga menyatakan tiga rudal lain menargetkan kapal kargo milik Inggris berbendera Barbados, MV Morning Tide.
"Tiga rudal jatuh di perairan dekat kapal tanpa ada dampak," imbuh mereka.
MV Morning Tide juga tetap melanjutkan perjalanan.
Serangan Houthi ke Laut Merah bukan yang pertama. Mereka kerap menggempur perairan itu sejak Israel melancarkan agresi ke Palestina.
Milisi tersebut menyatakan serangan akhir-akhir ini merupakan solidaritas terhadap Palestina dan bentuk protes ke Israel.
Houthi juga sempat menyatakan serangan mereka bertujuan untuk merugikan ekonomi Israel sehingga agresi bisa berhenti.
Agresi Israel di Palestina telah menelan korban tewas hingga lebih dari 27.700 jiwa. Puluhan ribu kediaman warga juga hancur.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang