Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Houthi Gempur Laut Merah Lagi Pakai Rudal, 1 Kapal Rusak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Milisi Houthi Yaman kembali melancarkan serangan ke Laut Merah dengan menembakkan enam rudal ke perairan itu pada Selasa (6/2). Rudal-rudal tersebut jatuh di dekat dua kapal komersil yang sedang berlayar.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) melaporkan Houthi meluncurkan rudal-rudal itu sekitar pukul 01.45 dini hari hingga 16.30 waktu setempat.
Rudal-rudal tersebut jatuh dekat kapal logistik milik Yunani berbendera Kepulauan Marshall, MV Star Nasia, dan kapal milik Inggris berbendera Barbados, MV Morning Tide.
Kedua kapal itu sedang berlayar di perairan itu saat serangan terjadi hingga membuat Kapal MV Star mengalami kerusakan.
Dalam rilis resmi, Centcom mengatakan tiga dari enam rudal menyasar kapal MV Star Nasia.
Dua dari tiga rudal meledak di dekat kapal. Sementara itu, satu rudal lain berhasil ditembak jatuh pasukan AS.
"Sekitar pukul 03.20 waktu setempat, MV Star Nasia melaporkan ada sebuah ledakan dekat kapal yang menyebabkan kerusakan kecil," demikian menurut militer AS, di X.
Mereka lalu berujar, "Namun, tak ada korban luka."
Lebih lanjut, Centcom menerangkan sekitar pukul 14.00, rudal lain menghantam perairan dekat kapal. Namun, serangan itu tak menyebabkan kerusakan atau korban.
Lalu pada pukul 16.30 waktu setempat pasukan USS Laboon berhasil mencegat dan menembak rudal ketiga di dekat kapal MV Star Nasia.
Meski sempat mengalami kerusakan, kapal tersebut tetap melanjutkan perjalanan.
Centcom juga menyatakan tiga rudal lain menargetkan kapal kargo milik Inggris berbendera Barbados, MV Morning Tide.
"Tiga rudal jatuh di perairan dekat kapal tanpa ada dampak," imbuh mereka.
MV Morning Tide juga tetap melanjutkan perjalanan.
Serangan Houthi ke Laut Merah bukan yang pertama. Mereka kerap menggempur perairan itu sejak Israel melancarkan agresi ke Palestina.
Milisi tersebut menyatakan serangan akhir-akhir ini merupakan solidaritas terhadap Palestina dan bentuk protes ke Israel.
Houthi juga sempat menyatakan serangan mereka bertujuan untuk merugikan ekonomi Israel sehingga agresi bisa berhenti.
Agresi Israel di Palestina telah menelan korban tewas hingga lebih dari 27.700 jiwa. Puluhan ribu kediaman warga juga hancur.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan