Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Uniknya Nyepi Desa Adat Bugbug yang Dilakukan Selama 12 Jam
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Suasana di Desa Bugbug, Karangasem nampak berbeda dari biasanya. Aktivitas masyarakat tidak terlihat. Bahkan Pasar Bugbug yang biasanya selalu ramai terlihat sepi. Begitu juga warung hingga toko di wilayah tersebut tutup sepanjang hari ini.
Pemandangan tak biasa ini terjadi karena seluruh warga Desa Adat Bugbug sedang melaksanakan catur brata penyepian sebagai rangkaian dari upacara Nyepi adat yang dilaksanakan hari ini Sabtu (10/2/2024) selama 12 jam dari pagi hingga petang.
Menurut Wakil Klian Desa Adat Bugbug baga Parhyangan, Jro Wayan Artana perayaan Nyepi di Desa Adat Bugbug hampir sama dengan Nyepi pada umunya dimana seluruh karma juga melaksanakan catur berata penyepian seperti, amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan. Hanya saja yang menjadi pembedanya hanya waktunya saja, dimana Nyepi di Desa Adat Bugbug ini hanya berlangsung selama 12 jam.
“Nyepi di Desa Adat Bugbug ini dilaksanakan setiap setahun sekali, berlangsung selama 12 jam. Pelaksanaannya sama dengan Nyepi Caka melaksanakan brata penyepian, warga masyarakat yang tinggal di seputaran Desa Adat Bugbug tidak diperkenankan keluar rumah atau melakukan aktivitas lainnya di luar rumah," kata Jro Wayan Artana kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, sebelum menjalani catur brata penyepian, sehari sebelumnya Desa Adat Bugbug melaksanakan upacara manda. Kemudian pagi ini sekitar pukul 04.00 WITA, sebelum dimulainya Nyepi pukul 06.00 WITA, para ancangan desa dan prajuru membuat sarana dan prasarana upacara menyucikan prasasti Desa Adat Bugbug yang disakralkan yang merupakan simbol Sanghyang Raja Purana yang distanakan di panti Bale Agung.
"Sebelum Nyepi berakhir atau sore harinya, prasasti Desa Adat Bugbug distanakan kembali ke tempat asalnya yaitu di Pura Piit. "Ritual atau tradisi ini sebagai bentuk penghormatan dari krama terhadap sejarah Desa Adat Bugbug," terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun