Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Sempat Ditunda, KPU Karangasem Pastikan Jadwal Pleno Kecamatan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sempat ditunda karena adanya arahan pusat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem berencana melakukan pleno penghitungan suara di tingkat kecamatan secara serentak pada Selasa (20/2/2024).
Menurut, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, I Kadek Sukara saat dikonfirmasi, Senin (19/2/2024), terjadinya penundaan pleno di tingkat kecamatan merupakan intruksi KPU Pusat karena adanya pemeliharaan data pada sistem Sirekap.
"Penundaan ini intruksi dari pusat, rencananya mulai besok (selasa) pleno di Kecamatan akan dilaksanakan," kata Sukara.
Lebih jauh, penundaan pleno ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Karangasem saja melainkan terjadi di seluruh Indonesia. Namun demikian, meski terjadi penundaan namun masih ada waktu karena batas akhir pleno di kecamatan sampai tanggal 3 Maret 2024 mendatang.
Sebelumnya, pada Minggu (18/2/2024) pleno di 3 kecamatan yaitu Kecanatan Kubu, Karangasem dan Kecamatan Manggis sudah sempat dimulai. Bahkan saat ada instruksi untuk penundaan, rapat pleno ada satu Desa di masing-masing Kecamatan yang sudah selesai melakukan penghitungan suara di masing-masing TPS.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2272 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1672 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1574 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun