Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diskerpus Badung Perkuat Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi di Era Digital

Selasa, 11 Agustus 2026, 15:13 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Diskominfo Badung/Diskerpus Badung Perkuat Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi di Era Digital.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung memperkuat kemampuan masyarakat dalam memilah dan mengevaluasi informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi Kabupaten Badung yang digelar Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang mendapat dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan tersebut berlangsung di Gedung Layanan Baca Sastra Mangutama, Diskerpus Badung.

Bimtek resmi dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Badung.

Dalam sambutan tertulis Bupati Badung yang dibacakan Luh Suryaniti, Pemkab Badung menyampaikan apresiasi kepada Diskerpus Badung yang telah menggelar kegiatan tersebut serta kepada Perpusnas RI atas dukungan yang diberikan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung atas penyelenggaraan kegiatan ini, serta kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas dukungannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Tak Semua Informasi Bisa Dipertanggungjawabkan

Bupati Badung mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai informasi. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti tantangan karena informasi yang beredar tidak seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan.

"Perkembangan teknologi informasi telah memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, literasi informasi menjadi kemampuan yang sangat penting agar masyarakat mampu menemukan, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijaksana," katanya.

Menurutnya, pustakawan, guru, dan pegiat literasi memiliki posisi strategis dalam menghadapi tantangan tersebut. Peran mereka tidak hanya sebagai penggerak budaya membaca, tetapi juga membantu masyarakat mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

"Dalam upaya tersebut, pustakawan, guru, dan pegiat literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya membaca, penumbuh kemampuan berpikir kritis, serta pendamping masyarakat dalam meningkatkan kecakapan literasi," ujarnya.

Pemkab Badung terus mendorong penguatan literasi sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing.

Karena itu, pelaksanaan bimtek diharapkan tidak berhenti pada penambahan wawasan peserta. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi dalam layanan perpustakaan dan aktivitas literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi.

"Saya berharap melalui bimbingan teknis ini, para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi layanan perpustakaan dan literasi yang lebih inklusif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital," katanya.

Pustakawan dan Guru Didorong Jadi Fasilitator

Sementara itu, Plt. Kepala Diskerpus Badung, Ida Ayu Yutri Indahgustari, SE., MM, mengatakan bimtek tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan peran sebagai fasilitator pembelajaran di tengah masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pustakawan, guru, dan pegiat literasi semakin mampu menjadi fasilitator pembelajaran di tengah masyarakat," katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, sekaligus memperluas jejaring dengan sesama pelaku literasi.

"Bimbingan teknis ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta melahirkan berbagai inovasi layanan perpustakaan dan kegiatan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat," katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Diskominfo Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami