Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Alergi Ternyata Bisa Sembuh, Begini Caranya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ada banyak gejala reaksi alergi yang muncul, mulai dari kulit gatal, bercak kemerahan, hingga sesak napas. Semua gejala ini akan terasa sangat mengganggu.
Lantas, apakah alergi ini bisa disembuhkan? Bagaimana caranya?
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi di Eka Hospital Cibubur Yovita Mulyakusuma mengatakan, alergi memang bisa dihilangkan dan disembuhkan.
"Bisa, terutama pada alergi yang gejala ringan. Seperti yang bercak merah atau gatal-gatal itu bisa dihilangkan," kata Yovita dalam temu media bersama Eka Hospital di Bogor, Jawa Barat, akhir Februari lalu.
Yovita mengatakan, cara utama menghilangkan atau menyembuhkan reaksi alergi adalah dengan mengetahui zat penyebab alergi yang bisa membuat tubuh bereaksi terhadap hal tersebut. Jika sumbernya sudah diketahui, cara menghilangkannya tentu akan lebih mudah.
"Misalnya, alergi terhadap kacang, terhadap seafood, atau yang dikatakan terhadap debu, ya, tentu harus diketahui dulu," kata dia.
Setelah itu, lakukan paparan terus-menerus antara tubuh dengan zat alergen tersebut.
Misalnya, Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Coba konsumsi makanan penyebab alergi sedikit demi sedikit hingga tubuh akhirnya terbiasa dengan makanan tersebut.
Alergi sebenarnya terjadi karena respons tubuh dari rangsangan kekebalan yang berbeda. Oleh karena itu, perbaikan bisa dilakukan dengan cara membiasakan tubuh terhadap zat yang membuatnya lebih sensitif.
"Misalnya, alergi udang. Pelan-pelan mengonsumsi udang. Lakukan lebih sering, lama-lama gejala alerginya bisa hilang," kata dia.
Hilangnya reaksi ini terjadi karena tubuh atau sistem imun mulai terbiasa dengan zat tersebut hingga tak lagi menganggapnya sebagai benda asing.
Namun, cara ini juga tak bisa dilakukan sembarangan. Konsultasi dengan dokter diperlukan dalam hal ini.
Selain itu, cara ini juga tak bisa dilakukan pada pasien dengan gejala alergi berat.
"Misal kalau gejala alerginya sesak napas, atau sampai anafilaksis, ya, tidak boleh. Karena bisa mengancam nyawa," kata dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5967 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan