Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Terapi Otak Modern Hadir di Bali, Bantu Atasi Kecanduan Judi Online

Senin, 8 Juni 2026, 12:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Terapi Otak Modern Hadir di Bali, Bantu Atasi Kecanduan Judi Online.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kecanduan judi online dan adiksi digital kini menjadi salah satu tantangan kesehatan mental. Seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital, gangguan perilaku adiktif seperti judi online, game berlebihan, hingga ketergantungan media sosial dinilai dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup seseorang.

Menjawab kebutuhan tersebut, Klinik Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar meluncurkan layanan Exo-TMS (Exomind Transcranial Magnetic Stimulation), teknologi neuromodulasi modern yang dirancang untuk mendukung kesehatan otak, keseimbangan mental, dan kualitas hidup masyarakat modern.

Konsultan Psikiater SMC, dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, SpKJ (K), menjelaskan bahwa teknologi repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (r-TMS) bekerja dengan memberikan stimulasi magnetik pada area tertentu di otak menggunakan protokol khusus.

Menurutnya, metode ini dapat membantu mengurangi craving atau keinginan kuat terhadap perilaku adiktif, termasuk kecanduan judi online.

"Judi online adalah gangguan otak resmi menurut WHO (gambling disorder). Secara klinis, menterapi kecanduan judi justru lebih sulit daripada kecanduan narkoba karena sifatnya yang legal dan sulit dihindari di era HP seperti sekarang," jelasnya.

Dokter Rai menerangkan, pada kasus kecanduan judi online, terapi dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dibanding gangguan mental lainnya. Sebelum sesi terapi dimulai, pasien justru dipaparkan terlebih dahulu pada stimulus yang memicu keinginan berjudi, seperti video permainan atau aplikasi judi online.

Pendekatan tersebut bertujuan membantu mengubah pola lonjakan dopamin yang tidak sehat di otak sehingga ketergantungan terhadap aktivitas judi dapat berkurang secara bertahap.

Ia menjelaskan bahwa untuk kasus kecanduan judi online umumnya diperlukan sekitar 20 hingga 30 sesi terapi dengan protokol khusus yang difokuskan pada bagian otak depan kiri.

Prosedur Terapi Tanpa Operasi dan Obat

Menurut dokter Rai, terapi r-TMS merupakan prosedur non-invasif yang tidak memerlukan tindakan operasi maupun penggunaan obat-obatan.

Tahapan pertama dimulai dengan skrining untuk memastikan kondisi pasien dan mengidentifikasi kemungkinan kontraindikasi, seperti penggunaan alat pacu jantung atau keberadaan logam tertentu di area kepala.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, pasien hanya perlu duduk atau berbaring selama proses terapi berlangsung. Untuk kebutuhan mental wellness, durasi terapi sekitar 24 menit, sementara keseluruhan proses termasuk persiapan membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit.

"Biaya standar per sesi adalah sekitar 4 juta rupiah, namun tersedia paket promo. Untuk hasil yang menetap, disarankan minimal 6 kali sesi untuk kesehatan mental umum, dan 10-20 kali untuk kondisi seperti depresi, OCD, atau kecanduan judi," sebutnya.

Meski demikian, dokter Rai menegaskan bahwa terapi akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila dikombinasikan dengan rehabilitasi, konseling adiksi, serta psikoterapi.

Adiksi Digital Kian Meningkat

Owner SMC, dr. N.P. Ayu Saraswaty Apsari, Sp.KK., mengatakan bentuk adiksi di era modern telah berkembang jauh melampaui ketergantungan terhadap zat adiktif seperti alkohol maupun narkotika.

“Kalau dulu orang lebih mengenal adiksi pada zat seperti alkohol atau narkotika, sekarang perilaku seperti scrolling berlebihan, game online, hingga judi online juga bisa mengganggu aktivitas, konsentrasi, bahkan produktivitas sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, tingginya tekanan pekerjaan, derasnya arus informasi, serta paparan media digital yang terus meningkat membuat masyarakat perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan mental.

“Bukan berarti seseorang harus menunggu sakit dulu. Kesadaran untuk menjaga kesehatan mental perlu ditingkatkan sebagaimana kita menjaga kesehatan fisik,” ujarnya.

SMC menyebutkan bahwa terapi r-TMS saat ini juga digunakan untuk membantu penanganan sejumlah kondisi kesehatan mental lainnya, seperti depresi, gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, hingga masalah kualitas tidur.

Pengalaman Pengguna

Selebgram Bali yang dikenal aktif mengampanyekan gaya hidup sehat dan kebugaran, Yulia Baltschun, turut mencoba terapi tersebut. Ia mengaku merasa nyaman selama menjalani sesi pertamanya.

"Di badan enggak ada reaksi kontraksi otot," katanya.

Yulia menilai terapi tersebut memberikan efek relaksasi yang cukup terasa setelah sesi berakhir. Ia juga menyarankan agar terapi dilakukan sesuai rekomendasi tenaga medis untuk memperoleh hasil yang optimal.

"Untuk kondisi seperti depresi mungkin minimum treatment-nya berbeda dengan yang untuk wellness," ujarnya sembari menambahkan usai terapi, Yulia merasa rileks.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami