Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Suryani Institute dan FK Unud Edukasi Kesehatan Mental Mahasiswa UIN Walisongo Lewat Meditasi
beritabali/ist/Suryani Institute dan FK Unud Edukasi Kesehatan Mental Mahasiswa UIN Walisongo Lewat Meditasi.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Upaya meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi kesehatan jiwa. Suryani Institute for Mental Health (SIMH) bersama Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menggelar penyuluhan kesehatan mental dan sesi meditasi bagi mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (4/6/2026) tersebut menjadi bagian dari kunjungan akademik mahasiswa UIN Walisongo ke Bali sekaligus sarana memperkenalkan praktik meditasi sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Penyuluhan kesehatan mental dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Sp.KJ(K), MARS, yang merupakan Sekretaris Suryani Institute for Mental Health (SIMH) sekaligus Koordinator Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Dalam pemaparannya, Prof. Cokorda menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas, kualitas hubungan sosial, dan kesejahteraan hidup seseorang.
"Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, kemampuan untuk mengenali kondisi emosi, mengelola stres, dan membangun ketahanan psikologis menjadi keterampilan yang sangat penting. Kesehatan mental harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi individu maupun masyarakat," ujar Prof. Cokorda.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya tekanan kehidupan modern membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan mengelola emosi dan stres secara sehat agar dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang.
Usai sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan meditasi dan relaksasi yang dipandu langsung oleh Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, Sp.KJ(K), pendiri Suryani Institute for Mental Health sekaligus tokoh kesehatan jiwa Indonesia yang dikenal melalui pendekatan holistik berbasis biopsikospirit-sosiobudaya.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenal energi spiritual, melakukan meditasi kesadaran atau mindfulness, serta latihan relaksasi yang bertujuan membantu mengurangi stres, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat keseimbangan emosional.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para mahasiswa yang mengikuti program. Sejumlah peserta mengaku memperoleh pengalaman baru dan merasakan manfaat langsung dari praktik meditasi yang dilakukan.
Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Moh Nor Ichwan, M.Ag, yang turut mendampingi rombongan mahasiswa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini sangat relevan dengan bidang keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi yang memadukan dimensi psikologis dan spiritual dalam memahami kesehatan manusia secara utuh. Mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang berharga melalui interaksi langsung dengan pakar kesehatan jiwa serta praktik meditasi yang dapat menjadi bekal dalam pengembangan kompetensi mereka di masa depan," ungkap Prof Ichwan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kesehatan mental secara lebih komprehensif melalui perpaduan pendekatan ilmiah dan spiritual.
Sementara itu, relawan Suryani Institute for Mental Health, Wayan Kusuma Adi, menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian di kalangan masyarakat.
"Kami melihat peserta sangat aktif selama sesi diskusi maupun meditasi. Banyak pertanyaan yang muncul terkait cara menghadapi stres, menjaga keseimbangan hidup, dan membangun kesehatan mental yang baik. Ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental semakin mendapatkan perhatian dan menjadi kebutuhan yang penting untuk terus diedukasikan," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SIMH, Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK Universitas Udayana, dan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo Semarang berharap dapat memperkuat sinergi dalam menghadirkan program edukatif yang mendorong peningkatan kesehatan mental masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat secara mental, tangguh menghadapi tantangan kehidupan, serta memiliki kesadaran lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli