Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Filipina Wanti-Wanti China Soal Sengketa LCS: Setop Melecehkan Kami
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo mengatakan negaranya ingin menyelesaikan sengketa maritim dengan China secara damai.
Meski ingin penyelesaian secara damai, Manalo mewanti-wanti Beijing untuk "berhenti melecehkan kami".
"Penjelasan sederhana kami adalah jika Anda [China] berhenti melecehkan kami dan mungkin melakukan tindakan lain, tidak akan berita apa pun untuk dilaporkan," kata Manalo di sela-sela KTT ASEAN-Australia pada Senin (4/3).
Sebelumnya Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos juga menegaskan negaranya tidak akan menyerahkan sedikit pun wilayahnya ke pihak lain.
"Kami tidak akan pernah menyerahkan satu inci pun wilayah kami dan yuridiksi maritim kami," ujarnya, seperti dikutip AFP.
China mengklaim hampir semua wilayah di Laut China Selatan, bahkan dianggap mengabaikan klaim sejumlah negara Asia Tenggara atas wilayah perairan tersebut.
Bagi Filipina dan China, Scarborough Shoal menjadi titik konflik kedua negara yang saling diperebutkan di Laut China Selatan sejak tahun 2012.
China mengklaim permasalahan dengan Filipina akhir-akhir ini disebabkan tindakan provokatif Manila.
"Sikap China mengenai masalah Laut China Selatan konsisten dan jelas. Penyebab permasalahan maritim akhir-akhir ini adalah Filipina sering melakukan tindakan provokatif di Laut China Selatan yang melanggar hak kami," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang