Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 24 September 2026
Kirgistan Minta Warganya Tak ke Rusia Usai Penembakan Massal di Moskow
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kirgistan Minta Warganya Tak ke Rusia Usai Penembakan Massal di Moskow
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Luar Negeri Kirgistan meminta warga negaranya agar tak bepergian ke Rusia usai penembakan massal di Moskow pada pekan lalu.
Baca juga:
Thailand Loloskan RUU Pernikahan Homoseksual
Wakil kepala departemen konsulat Kemlu Kirgistan Bakyt Kadyrov mengatakan Rusia saat ini menerapkan langkah ketat.
"Rusia saat ini menerapkan langkah-langkah anti-teroris [dengan pemeriksaan masuk dan keluar yang intensif bagi mereka yang melintasi perbatasan," kata Kadyrov, dikutip Moscow Times, Senen (25/3).
Dia melanjutkan, "[Kedutaan Besar Kyrgyzstan di Moskow] merekomendasikan untuk tak merencanakan perjalanan ke Rusia dan tidak mengunjungi Rusia jika tidak diperlukan."
Peringatan itu muncul di tengah laporan peningkatan pemeriksaan polisi terhadap migran dari Tajikistan dan negara Asia Tengah lain.
Rusia disebut mulai memperketat identifikasi dari warga Tajikistan dan Kirgistan setelah delapan tersangka yang ditangkap polisi Moskow berasal dari dua negara itu.
Sejauh ini, tak ada negara Asia Tengah lain yang mengeluarkan peringatan perjalanan ke Rusia.
Tajikistan melalui Kedutaan Besar hanya mengeluarkan imbauan agar warga negara mereka menghindari keramaian.
Sementara itu, Kazakhstan berencana menerapkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat di dalam negeri usai penembakan massal.
Moskow belakangan ini menjadi sorotan usai penembakan massal di Crocus City Hall pada 22 Maret lalu.
Akibat penembakan massal itu, nyaris 140 orang meninggal dan 5.000 dievakuasi.
Tak lama setelah insiden, pemerintah Rusia bersumpah memburu pelaku dan dalang serangan. Hingga kini, terdapat tujuh pelaku yang ditangkap.
Sejumlah pihak menilai badan intelijen Rusia kecolongan karena kelompok radikal bisa menembus Moskow. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8329 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5759 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3602 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2434 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar