Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Cegah DBD, Dinkes Lakukan Fogging Selektif di Desa Manukaya Tampaksiring
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Tampaksiring menggelar fogging di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring. Upaya bersama Babinsa dan petugas desa lainnya dilakukan secara selektif karena di desa itu sempat ada warga yang terserang nyamuk.
Fogging menyasar wilayah Banjar Manukaya Anyar dan Banjar Basangambu. Adapun tujuan dilaksanakannya kegiat pengasapan/Fogging yang menggunakan bahan insektisida tersebut adalah untuk membunuh nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan Fogging yang dilakukan merupakan permulaan kegiatan pencegahan yang dapat sangat membantu menurunkan kepadatan nyamuk Aedes aegypti sebagi nyamuk yang bisa menularkan penyakit DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, menyatakan kasus demam berdarah cukup besar. Pada Januari 2024 sebanyak 294 dan Februari 2024 sebanyak 266. Kemudian pada 1-14 Maret 2024 sebanyak 116 kasus.
"Kami harapkan masyarakat waspada. Penularan terjadi dari mobilisasi penduduk dan transportasi yang cepat," jelas dia.
Ariyuni mengajak masyarakat untuk mencegah dengan pola hidup sehat. Dari kebersihan lingkungan hingga kebugaran tubuh agar dijaga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4401 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1813 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1496 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 982 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 917 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun