Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jerman Legalkan Ganja Buat Rekreasi, Warga di Atas 18 Tahun Bisa Pakai
beritabali.com/cnnindonesia.com/Jerman Legalkan Ganja Buat Rekreasi, Warga di Atas 18 Tahun Bisa Pakai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jerman menjadi negara Uni Eropa terbesar yang melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional.
Berdasarkan UU yang baru disahkan pada Senin (1/4), orang dewasa berusia di atas 18 tahun kini diperbolehkan membawa 25 gram ganja kering dan menanam maksimal tiga tanaman ganja di rumah.
Perubahan ini menjadikan Jerman sebagai salah satu negara dengan UU ganja paling liberal di Eropa, selain Malta dan Luksemburg. Kedua negara ini melegalkan ganja untuk tujuan rekreasi pada 2021 dan 2023.
Dilansir AFP, usai undang-undang ini mulai berlaku pada tengah malam, ratusan orang merayakan di Bradenbrug Gate di Berlin.
Selain itu sebagai langkah selanjutnya, mulai 1 Juli mendatang ganja juga bisa diperoleh secara legal melalui "klub ganja" di negara tersebut.
Asosiasi ini akan diizinkan memiliki masing-masing 500 anggota, dan bisa mendistribusikan hingga 50 gram ganja per orang per bulan.
Pemerintah Jerman berpendapat bahwa legalisasi ganja akan membantu membendung meningkatnya pasar gelap ganja. Meski demikian, kelompok kesehatan telah menyuarakan kekhawatiran bahwa legalisasi bisa menyebabkan peningkatan penggunaan ganja di kalangan generasi muda.
Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan ganja di generasi muda bisa mempengaruhi perkembangan sistem saraf pusat, hingga meningkatkan risiko berkembangnya psikosis dan skizofrenia.
"Dari sudut pandang kami, UU yang tertulis adalah sebuah bencana," kata terapis di pusat kecanduan ganja untuk remaja di Berlin, Katja Seidel.
UU ini juga menuai kritik dari polisi, karena khawatir pelaksanaan undang-undang bakal sulit ditegakkan.
"Mulai 1 April, rekan-rekan kami akan berada dalam situasi konflik dengan warga negara, karena ketidakpastian yang merajalela di kedua sisi," kata wakil presiden serikat polisi GdP, Alexander Poitz. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan