Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Iran Tuding Israel Dalang Pembunuhan 2 Komandan Garda Revolusi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dua komandan tinggi militer Iran termasuk dalam tujuh pejabat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang tewas dalam serangan udara di Suriah.
Iran menuduh serangan yang terjadi pada Senin (1/4) malam waktu setempat, didalangi oleh Israel.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan komandan senior IRGC Mohmmed Reza Zahedi dan Haji Rahimi tewas dalam serangan udara di gedung Konsulat Iran di Damaskus, Suriah.
Selain Zahedi dan Rahimi, lima pejabat IRGC lain yang tewas di antaranya Hossein Aman Elahi, Mehdi Jalalati, Mohsen Sedaghat, Ali Aghababaee, dan Ali Salehi Roozbahani. Staf kedutaan dan penasihat militer juga tewas dalam serangan ini.
Dilansir CNN, Duta Besar Iran di Damaskus Hossein Akbari mengatakan gedung konsulat menjadi sasaran enam rudal dari pesawat tempur F-35 Israel.
Menanggapi serangan ini, pihak Israel enggan berkomentar. Namun juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengaku yakin gedung Iran yang terkena serangan itu adalah "gedung militer pasukan Quds" dan bukan konsulat.
"Menurut sumber intelijen, ini bukan konsulat dan bukan kedutaan. Saya ulangi ini bukan konsulat dan bukan kedutaan. Ini adalah bangunan militer pasukan Quds yang menyamar sebagai bangunan sipil di Damaskus," kata Hagari.
Ketika ditanya apakah Israel terlibat dalam serangan di konsulat Iran, Hagari menolak berkomentar. Namun dia menuding dalam enam bulan terakhir, Iran membuat "kawasan ini semakin memanas".
"Dia (Iran) adalah aktor utama yang melakukan kekejaman di wilayah ini dengan menggunakan proksi di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman. Bagkan pagi ini, kendaraan udara tak berawak Iran menghantam pangkalan Israel di Eliat," ungkapnya.
Sementara itu menurut laporan New York Times, empat pejabat Israel yang tak disebutkan namanya mengakui bahwa Israel yang melakukan serangan di Damaskus.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, memperingatkan kemungkinan "tindakan timbal balik" dari insiden itu.
"Iran mempunyai hak untuk mengambil tindakan timbal balik dan akan memutuskan jenis tanggapan dan hukuman terhadap agresor," kata Kanaani.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap semua kewajiban dan konvensi internasional. Dia pun menuntut "tanggapan serius" dari semua komunitas internasional. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan